» Info Aktual » Balitbangtan Dukung Kawasan Agrowisata Payo Kota Solok dengan Krisan
14 Mei 2020

Jawa Barat – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mendukung kegiatan pengembangan kawasan agrowisata Payo yang berada di kota Solok, Sumatera Barat. Hal itu dilakukan dengan memberikan varietas unggul krisan inovasi Balitbangtan, Selasa (12/5/2020).

Varietas unggul krisan yang telah dikembangkan di kawasan agrowisata Payo terdiri dari krisan bunga potong yakni varietas Yulita, Sintanur, Dewi Ratih, Arosuka Pelangi, Trissa, Socakawani Agrihorti, Velma, Vania Agrihorti, Cintamani, Marimar, Irana, Cayapati dan Sabiya Agrihorti. Sedangkan untuk krisan pot teridiri dari varietas Avanthe Agrihorti, Armita Agrihorti, Naura serta Zwena.

Pada Maret 2020 lalu juga telah dilakukan kembali penanaman krisan pot di Payo dengan tetap menggunakan varietas-varietas unggul krisan pot hasil rakitan Balitbangtan dengan memberdayakan Gapoktan Payo Sepakat.

Yusrizal, Gapoktan Payo Sepakat menjelaskan pada tahun 2016 melihat perkembangan bunga krisan sepertinya cocok untuk ditanam di kawasan Payo. Setelah dilakukan uji coba dan berhasil maka tahun 2018 dikembangkan secara besar-besaran.

Berawal dari program Pengembangan Agrowisata Payo oleh Balitbangtan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok pada Tahun 2018, Dinas Pertanian Kota Solok secara berkesinambungan berupaya terus untuk meningkatkan pengembangan krisan di Payo.

Kawasan Payo sendiri, seperti diungkap Yusrizal, memang terlihat masih alami di belakang bukit barisan. “Kealamian kawasan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang berkunjung. Bahkan, kawasan agrowisata ini dibentuk guna mendorong kawasan Payo sebagai salah satu kawasan wisata di Kota Solok,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Wali Kota Solok Zul Elfian yang mengatakan dengan adanya kawasan agrowisata yang ada di Payo Kota Solok diharapkan dapat dilanjutkan bahkan membantu perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan pengembangan krisan di Payo dapat berlanjut terus sehingga Payo bisa dikenal di seluruh wilayah Sumatera Barat bahkan hingga nasional sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat Payo,” kata Zul Elfian.

Dalam keterangan tertulisnya Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry  mengatakan benih dan varietas tanaman termasuk sarana yang mempunyai peranan sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil dalam budidaya tanaman. Yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. (Irm/Tds)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Hias