» Info Aktual » Serat Kapuk dari Indonesia Jadi Lapisan Coat Produk Jepang
04 Mei 2020

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menghilirkan inovasinya ke kancah internasional dengan melakukan kerja sama riset dalam upaya memenuhi kebutuhan fibre sheet kapuk. Penandatanganan kerja sama (MoU) dilakukan desk to desk secara terpisah dengan CEO Kapok Japan, Ltd., Mr. Kisho Fukai di Osaka dan oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry di Jakarta, Selasa, (4/5/2020).

Kepala Balitbangtan menjelaskan bahwa upaya untuk komersialisasi hasil inovasi ke manca negara tersebut merupakan yang kedua. “Sebelumnya dengan Sakata Seed Corp Balitbangtan mengkomersialisasikan bunga pacar air atau Impatient, sekarang inovasi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) berupa serat kapuk dari varietas kapuk nasional akan diproduksi sebagai fiber sheet yang akan menggantikan penggunaan serat bulu angsa,” jelas Fadjry.

Fibre sheet tersebut, seperti diungkap oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan Ir. Syafaruddin, Ph.D, akan digunakan sebagai pengisi lapisan jaket musim dingin (coat) yang akan diproduksi oleh Kapok, Ltd. Japan. Fibre sheet yang akan diproduksi oleh Kapok Japan, Ltd. akan dibuat dengan dari serat kapuk Indonesia.

Kemudian, Mr Kisho menjelaskan bahwa fibre sheet tersebut akan digunakan oleh Futaba Shoji, Ltd., suatu perusahaan keluarga yang sudah bergerak di bisnis coat sejak tahun 1947. Produksi coat dengan lapisan kapok fibre sheet ini akan dipasarkan secara global berdasarkan pesanan.

Riset untuk memproduksi kapok fibre sheet akan dilakukan dengan menggunakan serat kapuk dengan komposisi serat kapuk 90%. Kapuk lokal Indonesia yang menjadi bahan fibre sheet tersebut merupakan varietas hasil inovasi Balitbangtan.

Peneliti Balitbangtan Prof. Nurindah yang bertugas di Balittas Malang mengatakan bahwa penggunaan serat kapuk dengan komposisi tinggi untuk fibre sheet juga merupakan salah satu usaha Kapok Japan untuk branding image dan menjaga keunikan produk Kapok sebagai produk yang lebih sustainable.

Produksi fibre sheet ini juga disebutkan akan dilakukan di Indonesia dan melibatkan perkebunan kapuk di Banyuwangi.

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat