» Info Aktual » Usulan Kerjasama Balitbangtan – Colombia
22 Jun 2020

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaksanakan pertemuan virtual koordinasi bilateral Indonesia dan Colombia terkait dengan market access dan tindak lanjut hasil The 3rd Expert Group Meeting (EGM) on Agriculture yang telah dilaksanakan di Medan 13-14 November 2019 lalu. Duta Besar Colombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia Gonzalez, hadir di Jakarta pada kesempatan tersebut. Pertemuan dihadiri juga Wakil Fungsi Pensosbud KBRI Colombia Ibu Adillah Ciannas dan Ibu Rina Permatasari Bey.

Pertemuan bilateral tersebut dilaksanakan untuk memfasilitasi keinginan kedua belah pihak termasuk menindaklanjuti hasil EGM November lalu di Medan. Dalam kesempatan tersebut perwakilan Balitbangtan menanyakan tindak lanjut atas beberapa usulan yang telah disampaikan diantaranya terkait joint research and publications, capacity building, dan scientist exchange.

Secara spesifik Hoerudin dan Nur Ajijah, delegasi Balitbangtan yang hadir saat EGM di Medan, menanyakan tindak lanjut dan tanggapan Columbia atas kesepakatan sebelumnya terkait kerja sama riset: penciptaan varietas kakao dan kopi dengan produktivitas tinggi, tahan terhadap hama penyakit, dan toleran kekeringan; pertukaran tanaman kopi varietas Caturra (kerdil) dan Geisha (aroma dan rasa enak) dari Kolumbia; pengembangan biodiesel B100; serta peningkatan daya saing minyak sawit pengembangan teknologi deteksi cepat mutu minyak sawit dan penekanan kontaminan 3-MCDPE (3-monochloropropane-1,2- diol esters).

Menanggapi hal tersebut, pihak Colombia yang diwakili dari Kementan Colombia menyampaikan bahwa pada prinsipnya semua usulan disetujui, hanya saja perlu pembahasan teknis lebih lanjut yang lebih detil dan kesepakatan terkait spesifikasi sumber daya genetik yang akan dipertukarkan dan hal-hal terkait intellectual property right yang ditimbulkan.

Dalam kesempatan lain Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menginformasikan bahwa pengalaman kerja sama tentang SDG sebetulnya tidak perlu dikhawatirkan. Senada dengan Fadjry, Sekretaris Balitbangtan Dr. Haris Syahbuddin menambahkan bahwa pertukaran SDG sudah diatur dalam Permentan 15/2009 dengan adanya MTA.

Selanjutnya, Balitbangtan akan membentuk kelompok kerja teknis untuk menyusun proposal lebih detail. Ke depan diharapkan kelompok kerja teknis dari kedua negara dapat segera membahas proposal bersama untuk implementasinya. Kedua belah pihak juga sepakat untuk menetapkan dan saling menginformasikan focal point atas kegiatan ini sesuai topik dan usulan.

Menanggapi usulan capacity building, Duta Besae Colombia mengungkapkan bahwa pihaknya mengundang delegasi Indonesia untuk melihat pertanaman yang akan dikerjasamakan di Columbia.