» Info Aktual » Antusias Petani di Kabupaten Sigi terhadap Inpari 36 Lanrang
23 Jul 2020

Sulteng – Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolit Tungro), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan panen perdana padi varietas Inpari 36 Lanrang di Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Panen seluas kurang lebih 100 ha yang dilakukan belum lama ini, Senin (20/7/2020), tersebut di hadiri Kepala Dinas TPH Sulawesi Tengah, Kepala BPTP Sulawesi Tengah, Camat Kulawi Selatan, Kapolsek Kulawi, Danramil Kulawi serta pengurus poktan dan petani.

Kepala Dinas TPH Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan,  Ir. Muh. Adam, MM, Msi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Loka Penelitian Penyakit Tungro yang telah mengintroduksi  Varietas Inpari 36 Lanrang serta melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani di Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Petani sudah melihat langsung pertanaman padi Varietas Inpari 36 Lanrang ini sebagai varietas yang tahan tungro dan untuk sementara waktu tidak lagi menggunakan varietas lama sebagai penyebab tanaman mudah terserang penyakit tungro,” ucapnya

Lebih lanjut Adam juga menyampaikan kepada petani untuk tidak lagi merasa khawatir menanam padi kembali. Selain tahan penyakit tungro, varietas Inpari 36 Lanrang juga memiliki produktivitas yang tinggi lebih tinggi dari varietas yang biasa ditanam oleh petani.

“Hasil dari panen Inpari 36 lanrang mencapai 8,48 ton/ha GKP, lebih tinggi dari varietas yang biasa petani tanam sebelumnya. Semoga varietas ini dapat  berkembang di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah,” harapnya.

Di tempat yang sama Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro, Dr. Fausiah T. Ladja juga menyampaikan bahwa varietas Inpari 36 Lanrang dirancang untuk wilayah endemik tungro. Agar penyakit tungro tidak mewabah kembali, untuk sementara petani terus menggunakan varietas ini.

“Dengan mengadopsi varietas ini, berharap penyakit tungro tidak mewabah kembali, sehingga petani tidakperlu  takut lagi akan kehilangan hasil akibat penyakit tungro ini,” tutupnya (Uje).