» Info Aktual » Kunjungan Komisi IV DPR ke BB Padi
12 Agu 2020

Jawa Barat – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bidang Pertanian,  Kelautan dan Perikanan,  Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi  (BB Padi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Sukamandi, Ciasem, Subang, Jawa Barat, kemarin (11/8/2020).

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam acara tersebut meliputi meninjau gudang benih Unit Pengelola Benih Sumber, melihat displai pertanaman varietas unggul baru padi dan demo alat sebar benih dengan drone di areal Kebun Percobaan Sukamandi, selanjutnya berkunjung ke lahan mina padi.

Pada kesempatan kunjungan lapang Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Priatna Sasmita menjelaskan keunggulan berbagai varietas padi yang ditanam. Rombongan Komisi IV memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para peneliti, bahwa di lembaga inilah para peneliti menghasilkan varietas unggul padi untuk mensejahterakan petani.

Bupati Subang dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang Jaja Rohadamaja melaporkan capaian Kabupaten Subang dalam mendukung program pertanian. Salah satu yang disampaikan adalah potensi luas sawah dan produksi padi.

Disampaikan bahwa pada tahun 2019 Kabupaten Subang di peringkat ketiga tertinggi se-Indonesia sebagai daerah penghasil beras, dimana potensi luas sawah di Kabupaten Subang 84.570 hektare merupakan terluas ketiga se-Jawa Barat setelah Indramayu dan Karawang.

“Panen padi berdasarkan data statistik tahun 2019, sawah seluas 156.298,5 hektare adapun produksi padi 942.932 ton gabah kering giling. Kalau dikonversi ke beras 540.960 ton beras,” jelas Jaja dalam sambutanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan Dr. Fadjri Djufry memberikan paparan singkat terkait capaian-capaian Balitbangtan, Kementerian Pertanian. Dikatakan bahwa Indonesia punya riset padi dan dari BB Padi inilah dihasilkan seluruh varietas unggul baru padi yang ada di Indonesia. 

Lebih lanjut dipaparkannya, ada kurang lebih 318 varietas unggul baru padi yang sudah dihasilkan dan tiap tahun memproduksi kurang lebih 20-50 varietas unggul baru yang ditanam seluruh Indonesia.

“Dari 12 juta hektar luas tanam padi, 94% varietas padi yang ditanam hasil Balitbangtan. Jadi memang ini sangat berkontribusi besar terhadap padi/pangan, karena kalau meningkatkan produktivitas tidak ada cara lain kecuali memperbaiki kualitas padi kita,” jelas Fadjri

Fadjri juga mengatakan bahwa Balitbangtan siap mendukung seluruh wilayah sesuai kondisi masing-masing dalam  pengembangan komoditas pertaniannya.

“Kami punya padi, jagung, kedelai, umbi-umbian, bawang merah, dan untuk ternak ada domba garut bisa kami siapkan pendampinganya disetiap provinsi karena kami memiliki kantor BPTP yang tersebar disetiap provinsi,” tambahny.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi pada kesempatan kunjungan tersebut menjelaskan bahwa petani adalah benteng dan perlu diangkat dengan baik.

“Sesungguhnya kita setiap hari itu menerima demo dari kaum buruh, tapi ada kelompok masyarakat yang tidak pernah berdemonstrasi tidak pernah protes, selalu menerima apa adanya putusan negara ini yaitu buruh tani, dan buruh tani mayoritas perempuan. Untuk itu isu ini harus diangkat dengan baik dan merekalah benteng. Ternyata yang bermakna ini adalah para petani,yang sering kita tidak perhatikan,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi lebih lanjut menyarankan agar areal di BB Padi selain menjadi pusat penelitian juga bisa menjadi wilayah yang bisa mengedukasi masyarakat pelajar.

“Saya dari tadi memandang, bangunan harus diubah semua, kemudian ditata kembali, biar anak-anak sekolah itu mengerti bagaiana cara menanam padi, kemudian saya sarankan diadakan museum sejarah dari awal sampai sekarang (bbpadi) dan museum itu sendiri nantinya dijadikan tempat study nya anak-anak sekolah dan menjadi basic pangan nasional harus dipertahankan,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, “Yang terakhir, yang saya pesankan adalah gempuran industralisasi. Nanti seiring Pelabuhan Patimban dibangun, kawasan industri semakin asyik, saya yakin area sawah akan mendapatkan gempuran-gempuran plus didalamnya adalah rusaknya infrastruktur irigasi, tetapi intinya masyarakat Subang adalah, kekuatan gotong royong masyarakat subang masih kuat, namun kita semuanya harus disuport agar memberikan semangan bagi kita semua.” (Shr)