» Info Aktual » Kementan Kukuhkan Tiga Profesor Riset Baru
01 Sep 2020

Bogor – Kementerian Pertanian mengukuhkan tiga peneliti Ahli Utama sebagai Profesor Riset di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Selasa (1/9/2020). Ketiga peneliti tersebut Dr. Ir. Saptana, MSi dalam bidang Sosial Ekonomi Pertanian, Dr. Ir. Amran Muis, MS dalam Bidang Hama dan Penyakit Tanaman dan Dr. Ir. Mat Syukur, MS dalam bidang Sosial Ekonomi Pertanian.

Pada kesempatan tersebut, ketiga peneliti juga melakukan orasi sesuai dengan bidang masing-masing. Prof.  Saptana menyampaikan orasi berjudul ‘Reformulasi Kemitraan Usaha Agribisnis sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Dan Daya Saing Hortikultura dan Unggas’. Ia mereformulasi pola kemitraan  yang ada dan mengembangkan inovasi model kemitraan agribisnis terpadu (KUAT) pada komoditas hortikultura dan unggas.

Menurutnya, reformulasi ditujukan untuk melakukan transformasi ke arah kelembagaan kemitraan usaha yang lebih terpadu. Reformulasi pada komoditas hortikultura dilakukan pada pola pertanian kontrak, pemasaran kontrak, dan pola sub terminal agribisnis (STA) sedangkan di komoditas unggas dilakukan reformulasi pada pola kemitraan internal dan pola kemitraaan eksternal.

Prof. Saptana juga menjelaskan bahwa transformasi terutama dilakukan dari tipe bisnis transaksional ke arah tipe bisnis kemitraan. Filosofinya adalah bekerja bersama-sama lebih baik dibandingkan bekerja sendiri-sendiri.  Esensi kemitraan usaha adalah adanya saling berkontribusi baik dalam manfaat maupun risiko usaha.

Selanjutnya Prof. Amran Muis menyampaikan orasi berjudul ‘Teknologi Inovatif Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Jagung yang Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Produksi Nasional’. Amran mengembangkan inovasi teknologi pengendalian penyakit terpadu jagung ramah lingkungan dengan memanfaatkan biopestisida Bacillus subtilis yang diintegrasikan dengan varietas tahan rakitan Balitbangtan. Hal tesebut dapat memperpanjang durabilitas ketahanan varietas dan dapat menyelamatkan produktivitas 27,03%.

Prof. Amran berkontribusi dalam pelepasan sejumlah varietas unggul baru jagung hibrida melalui pengujian galur/calon varietas terhadap penyakit utama juga berhasil memetakan spesies-spesies patogen penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung di Indonesia. Menurutnya, dengan peta penyebaran spesies penyebab penyakit bulai tersebut memungkinkan bagi pemulia dan peneliti untuk merakit dan menguji ketahanan galur/calon varietas toleran bulai berdasarkan spesiesnya serta perakitan teknologi yang spesifik lokasi.

Terakhir, orasi Prof. Mat Syukur berjudul ‘Inovasi Kelembagaan Keuangan Mikro untuk Meningkatkan Akses Petani Kecil pada Sumber Permodalan’. Mat Syukur merumuskan gagasan baru untuk meningkatkan akses petani kecil pada sumber permodalan melalui inovasi kelembagaan, berupa tata kelola identifikasi kelayakan petani calon penerima pinjaman, proses penyaluran dan pengembalian pinjaman, serta mitigasi risiko pinjaman pada Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA).

ProF. Mat Syukur melakukan serangkaian penelitian dan kaji tindak yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor dan Tangerang dimana gagasan tersebut telah berhasil diimplementasikan dengan baik. Ia berkeyakinan bahwa dengan dukungan fasilitasi dari pemerintah dan pemerintah daerah, gagasan inovasi kelembagaan LKMA dapat meningkatkan akses petani petani kecil pada sumber permodalan secara berkelanjutan, meningkatkan budaya menabung petani untuk pemupukan modal, memitigasi risiko gagal bayar pinjaman, dan dapat mempercepat terwujudnya program nasional keuangan inklusif serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).  

“Dengan akses terhadap permodalan secara berkelanjutan, petani dapat mengadopsi teknologi secara maksimal untuk meningkatkan produksi usahataninya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatannya,” tambahnya.

Pengukuhan Profesor Riset hari ini merupakan yang ke 144, 145, dan 146 di Kementerian Pertanian dan yang ke 560, 561, dan 562 secara nasional. (Tds)

Buku Orasi ketiga Profesor Riset dapat diunduh di tautan berikut:

Teknologi Inovatif Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Jagung Yang Ramah Lingkungan Untuk Meningkatkan Produksi Nasional

Inovasi Kelembagaan Keuangan Mikro Agribisnis Untuk Meningkatkan Akses Petani Kecil Pada Sumber Permodalan

Reformulasi Kemitraan Usaha Agribisnis Sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Dan Daya Saing Hortikultura Dan Unggas