» Info Aktual » Konferensi Internasional untuk Pengelolaan Lahan Tropis Berkelanjutan
17 Sep 2020

Bogor – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menyelenggarakan The First International Conference on Sustainable Tropical Land Management (ICSTLM). Tema yang diusung yakni ‘Adapting land management to climate change and combating land degradation to increase the resilience of agricultural systems.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual pada Rabu – Jumat (16 – 18 September 2020) ini mengundang para pakar internasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang berbagai topik terkait pengelolaan lahan tropis secara berkelanjutan. 

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Jufry dalam pidato pembukaan mengatakan agar rangkaian konferensi ini dapat membuahkan gagasan untuk diterapkan khususnya tentang pengelolaan  lahan guna hadapi perubahan iklim.

“Saya berharap ada gagasan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan, terutama tentang pengelolaan lahan adaptif terhadap perubahan iklim dan penanggulangan degradasi lahan,” kata Fadjry, Rabu (16/9/2020).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa kontribusi sektor pertanian sangat besar pada aksi perubahan iklim. “Sektor pertanian memiliki potensi sangat besar untuk berkontribusi dalam aksi perubahan iklim melalui kegiatan adaptation, adaptation co-benefit, dan resilience, yang sedang kita perjuangkan bersama dalam forum global UNFCCC melalui gugus tugas Koronivia Joint Work on Agriculture,” ujar Menteri Syahrul.

Lebih lanjut Syahrul berujar, Saya berharap acara ini dapat merumuskan poin-poin penting untuk memberikan nilai tambah bagi kebijakan pembangunan pertanian Indonesia terutama dalam mengatasi degradasi lahan dan dampak perubahan iklim melalui pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.”

ICSTLM diikuti oleh 519 peserta, dengan 228 presenter yang mempresentasikan naskah mereka. Sasaran peserta adalah para ilmuwan, akademisi, pengambil kebijakan, LSM, pengusaha, pejabat pemerintah, dan praktisi pertanian dari seluruh dunia, terutama yang berasal dari daerah tropis atau mereka yang memiliki latar belakang penelitian pertanian tropis yang baik.

Konferensi internasional ini dibagi menjadi lima komisi yaitu 1) Land Use, Land Suitability, and Risk Mapping (LULS); 2) Soil, Water, and Crop Management and the Socio-Economic Dimensions (SWCM); 3) Adaptation and Mitigation to Climate Change (CC); 4) Soil Quality Assessmen (SQA); dan 5) Digital and Precission Agriculture (DPA). (LQ)