» Info Aktual » Presiden Jokowi Apresiasi Teknologi Kementan di Food Estate Kalteng
09 Okt 2020

Kalteng – Presiden RI Ir. Joko Widodo bersama rombongan meninjau perkembangan lahan food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (8/10/2020).

Didampingi Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, Presiden menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi modern inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) diterapkan pada lahan seluas 10 ribu ha seperti drone penyebar benih dan traktor apung untuk membajak sawah.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi optimis target pengembangan kawasan food estate seluas 30 ribu ha tepatnya di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10 ribu ha dan Kabupaten Kapuas seluas 20 ribu ha akan tercapai dengan menggunakan teknologi modern ini.

“Di lahan ini pemupukan kita sudah memakai drone, sedangkan untuk membajak sawah kita pakai traktor apung. Saya tanya tadi satu hari bisa berapa hektar, Operator mengatakan bisa 2 hektar. Inilah kecepatan," ujarnya.

Jokowi menambahkan, penggunaan alat mekanisasi pertanian modern pada pengembangan kawasan lumbung pangan yang digarap berskala besar sangat diperlukan. Selain itu, di kawasan yang sama juga akan dibuat pengembangan berbagai komoditas meliputi komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan serta perikanan.

Sementara itu, Mentan menyampaikan bahwa pengembangan kawasan food estate ini dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif, guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP). Lahan tersebut juga menggunakan benih arietas-varietas unggul dari Balitbangtan untuk meningkatkan produktivitas.

“Di sini kita sudah menggunakan bibit varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas. Kita berharap jika mekanisasinya bagus, pemupukannya cukup, dan memperhatikan kondisi air, insya Allah produktivitasnya juga akan naik,” jelas Syahrul.

Lebih lanjut, Mentan menerangkan bahwa kawasan pengembangan food estate akan dibangun model bisnis korporasi petani dengan melibatkan kelompok tani di lahan per 100 ha, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di lahan per 1000 ha.

"Semua dalam bentuk hilirisasi dan semua industrinya harus dirancang dengan baik. Pengembangan lahan food estate ini merupakan model percontohan, sehingga di dalamnya kita harus kembangkan korporasi dalam kelompok yang besar," katanya.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menjelaskan bahwa di kawasan 30 ribu ha tersebut terdapat lahan Center of Excellent Balitbangtan seluas 2 ribu ha yang menjadi pilot project percontohan teknologi dari Kementerian Pertanian. 

“Di lahan ini kita perkenalkan juga alat mesin pertanian kita diantaranya prototipe traktor rawa yang mampu mengolah tanah rawa seluas 1 ha dalam waktu 3 jam tanpa membuat lapisan pirit pada tanah terangkat, sehingga kecepatan dan ketepatan pengolahan lahan semakin maksimal,” terang Fadjry.

Fadjry juga menambahkan, “Di sektor hilir kita juga memperbaiki kualitas berasnya sehingga yang dihasilkan adalah beras premium dengan nilai jual tinggi dan juga teknologi pengolahan sekam agar juga memiliki nilai jual tinggi dan tidak menumpuk begitu saja.

Lebih lanjut, Fadjry berharap model percontohan teknologi ini mampu diduplikasi pada lahan rawa lain di berbagai daerah  sehingga lebih optimal sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertanian.