» Info Aktual » Optimalkan Pengelolaan Lahan Rawa melalui Bimtek
20 Nov 2020

Kalteng – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Food Estate yang berlokasi di Desa Terusan Mulya, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Jumat (20/11/2020).

Bimtek dihadiri oleh 100 orang petani yang berasal dari 16 kelompok tani dan 60-an siswa dari SMKN 4 Kapuas. Beberapa materi disajikan oleh para Peneliti Balitbangtan seperti Tipologi dan Karakteristik Lahan Rawa Pasang Surut, yang disampaikan oleh Peneliti Balitbangtan Dr. I Gusti Made Subiksa.

Subiksa menjelaskan mengenai tipologi dan karakteristik lahan rawa pasang surut, kriteria, klasifikasi, kedalaman pirit, dampak oksidasi pirit, teknik pengelola tanah dan air, pemilihan benih, serta teknik pemupukan untuk lahan rawa. 

Selain itu, Dr. Etty Pratiwi menerangkan pemanfaaan produk hasil inovasi Balitbangtan yakni seed treatment Agrimeth di lahan rawa. Dijelaskan Pratiwi bahwa agrimeth merupakan pupuk hayati yang berisi mikroba tanah, yang berfungsi meningkatkan serapan hara bagi tanaman.

“Pupuk hayati sangat diperlukan karena dalam pupuk hayati terdapat mikroba yang mampu menambat Nitrogen (N) , melarutkan Fosfor (P) dan Kalium (K) yang tidak tersedia di tanah, serta merombak organik secara cepat dan ramah lingkungan,” jelas Pratiwi. Lebih lanjut, ia menjelaskan secara detail bagaimana cara pengaplikasian Agrimeth pada benih padi. 

Sukarto, salah satu anggota kelompok tani Sari Mulyo menyampaikan apresiasinya kepada Balitbangtan atas kegiatan tersebut. "Kami sangat berterimakasih kepada Balitbangtan yang telah mengadakan kegiatan ini. Dengan adanya bimtek ini, kami memperoleh banyak ilmu, sehingga termotivasi mengelola lahan kami, yang kami kira tidak dapat dipergunakan, namun ternyata bisa menjadi Food Estate" ungkap Sukarto.

Drs. Widhya Adhy, Kasi Pendayagunaan Hasil Penelitian berharap bimtek tersebut dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan petani lahan rawa dalam rangka mendukung salah satu program pemerintah yaitu ketersediaan pangan di Indonesia. (LQ)