» Info Aktual » Tindaklanjuti Arahan Presiden Soal Kedelai, AKABI Kembangkan Biosoy Rakitan Balitbangtan
14 Jan 2021

Bogor – Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI), Kementerian Pertanian mengembangkan kedelai Biosoy rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Pengembangan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya satu juta hektar lahan untuk produksi kedelai.

“Untuk lahan, tahun ini kita targetkan secara nasional 525 ribu hektar dan kedepan bisa mencapai satu juta hektar,” ujar Arif Muliawan dari Subdit Kedelai Direktorat AKABI, usai menerima benih kedelai biosoy kelas BS sebanyak 60 Kg di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor, Selasa (12/11/2021).

Selain mendapatkan benih yang diperoleh langsung dari Balitbangtan, AKABI juga akan memanfaatkan kedelai biosoy yang telah dikembangkan penangkar di Grobogan, jawa Tengah.

“Di sana sudah ada 10 Ton dan masih ada lagi yang mau panen. Intinya Biosoy ini akan kita jadikan salah satu andalan kita untuk bisa memercepat peningkatan produksi kedelai Nasional,” jelas Arif.

Arif menambahkan, sejauh ini pengembangan memang diprioritaskan di Pulau Jawa, namun perlu disadari bahwa lahan di Jawa terbatas sehingga untuk ekstensifikasi sangat susah. Untuk itu AKABI akan memaksimalkan tumpang sari dengan komoditas lain serta mengembangkannya di 23 provinsi di Pulau Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan.

Sementara itu Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry meminta agar UK-UPT lingkup Balitbangtan terus membantu dalam perbanyakan benih. Selain melibatkan para penangkar, perbanyakan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan perkebunan, membuka areal tanam baru maupun lahan potensial lainnya yang belum termanfaatkan.

“Tolong dibantu terkait kedelai ini, terutama dalam menyiapkan benih. Saya juga akan minta kepada unit lain terkait rekomendasi pupuk untuk kedelai,” kata Fadjry di Bogor, Rabu (13/1/2021). (AB)