» Info Aktual » Tindaklanjuti Hasil Rakernas, Balitbangtan Gelar Workshop Perbenihan
12 Jan 2021

Bogor – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) langsung bergerak cepat menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian yang dilaksanakan Senin (11/1/2021) lalu dengan menyelenggarakan Workshop Implementasi Pemanfaatan Inovasi dan Penyediaan Benih/Bibit Unggul, Selasa (12/1/2021) di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor dan secara online.

Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas kinerja Balitbangtan di tahun 2020. “Balitbangtan mampu berkreasi, mengembangkan diri, dan berakselerasi di tengah krisis pandemi Covid-19. Di 2021 harus lebih baik, lebih cepat lagi,” ungkap Mentan.

Mentan mengingatkan bahwa saat ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan untuk mengaktualisasi hasil Balitbangtan. “Ini saatnya Litbang menghasilkan kerja yang menerobos melalui rekayasa-rekayasa, riset teknologi, serta terapan yang ada,” tambahnya.

Mentan juga menegaskan mengenai pentingnya inovasi teknologi untuk kemajuan pertanian Indonesia. Bahkan, Mentan menyebut bahwa Balitbangtan adalah penentu lompatan pembangunan pertanian. “Bicara kemajuan dan loncatan, hanya ada kalau sains, riset dan teknologi mampu hadir, loncatan itu ditentukan oleh Badan Litbang Pertanian,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam mendukung program Kementerian Pertanian perlu untuk terus ditingkatkan. “Presiden Jokowi telah memberi arahan bahwa teknologi itu bagian penting, harus diterapkan. Bapak Menteri Pertanian juga mengatakan bahwa inovasi menjadi ujung tombak program Kementerian Pertanian,” ujar Fadjry.

Kepala Balitbangtan melanjutkan bahwa penggunaan teknologi pertanian secara masif dapat memberi dampak pada biaya produksi yang semakin rendah, sehingga pendapatan petani diharapkan dapat semakin meningkat. Fadjry mencontohkan pada program Food Estate yang telah mulai dijalankan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

“Balitbangtan berperan dalam memperkenalkan, menerapkan, dan mendampingi penggunaan berbagai teknologi. Begitu pula dengan kerja sama dan kolaborasi semua pihak yang harus dikuatkan,” tambahnya.

Menurut Fadjry, seluruh pekerjaan yang dilaksanakan oleh Balitbangtan adalah untuk mendukung tercapainya program Kementerian Pertanian serta program pemerintah pada umumnya.

Mindset harus berubah, harus mengarahkan peneliti dan jajaran bahwa apa yang dikerjakan menjadi kebutuhan Kementerian Pertanian, seluruh stakeholder, dan masyarakat. Dan harus bisa kita ukur,” tutupnya. (Hms)