» Info Aktual » Balitbangtan Selenggarakan Bimtek Guna Pemutakhiran Lahan Baku Sawah
20 Jan 2021

Bogor – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menyelenggarakan menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Pemanfaatan Inderaja untuk Pemutakhiran Lahan Baku Sawah, Rabu (20/01/2021) di Agriculture War Room (AWR) Balitbangtan. Bimtek bertujuan menentukan teknik ubinan padi sawah yang berguna untuk menentukan provitas padi di lapang.

Data provitas tersebut sangat diperlukan dalam menentukan tingkat produksi padi nasional pada SISCrop 1.0 yang telah dikembangkan Balitbangtan. Kegiatan bimtek ini juga bertujuan untuk membekali para Tim Gugus Tugas Standing Crop terkait pemetaan lahan baku sawah (LBS).

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry saat membuka acara mengatakan agar Tim Gugus Tugas dapat memastikan terkumpulnya data yang diperlukan secara akurat, juga proses validasi dan verifikasi data tersebut dapat dilaksanakan tepat waktu.

“Mohon Tim Gugus Tugas menyelesaikan validasi dan verifikasi data produktifitas padi tepat waktu, sehingga dalam satu bulan ke depan SISCrop 1.0 (Sistem Informasi Standing Crop) dapat di-launching sesuai yang ditargetkan oleh Menteri Pertanian,” ujar Fadjry sambutannya.

“Ini adalah salah satu bentuk kontribusi Balitbangtan dalam memajukan pertanian Indonesia,” tambah Fadjry.

Sebagai informasi, SISCrop 1.0 yang dikembangkan Balitbangtan memberikan informasi fase tumbuh tanaman padi menggunakan citra satelit radar atau Synthetic Aperture Radar atau SAR Sentinel-1. Informasi tersebut dapat digunakan oleh para pengambil kebijakan untuk memprediksi luas dan waktu panen, serta produksi beras dalam 1 sampai 3 bulan ke depan.

Selain itu, informasi tersebut sangat dibutuhkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian atau Lembaga lain dan sangat berguna untuk efisiensi dalam perencanaan nasional dalam menentukan jumlah dan distribusi pupuk, bibit, pestisida dan air. Sistem informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akurasi perhitungan luas tanam, luas panen, Produktivitas, Indeks Pertanaman, dan lain-lain, sehingga Sistem Informasi ini dapat membantu Badan Pusat Statistik (BPS) meningkatkan perhitungan produktivitas padi di seluruh Indonesia secara real time dengan akurasi tinggi.

Kepala BBSDLP Dr. Husnain berharap dengan adanya kegiatan Bimtek ini, diharapkan seluruh Tim Gugus Tugas Standing Crop di seluruh BPTP dapat meng-update data provitas padi.

Bimtek yang diadakan secara daring selama dua hari tersebut diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Pusfatja LAPAN, Pustekdata LAPAN, PTPSW BPPT, BIG, Kepala BPTP, Tim Gugus Tugas Standing Crop, dan Peneliti BBSDLP.

Materi yang dipaparkan dalam Bimtek ini antara lain (1) Pemetaan Lahan Baku Sawah dengan narasumber dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, BIG. (2) Pemanfaatan Citra Satelit untuk Identifikasi Sawah dan Pemantauan Padi oleh I Made Parsa, M.Si dari LAPAN. (3) Pengamatan Data Ubinan oleh BPS Karawang, (4) Metode ubinan untuk penelitian oleh BBPadi, dan (5) Sosialisasi  SISCrop 1.0 dan cara Pengoperasianya. (LQ/Tds)

Informasi terkait: Rayakan Hari Tanah Sedunia, Balitbangtan Soft Launching SISCrop 1.0