» Info Aktual » Panen Nasa 29 di Bone
15 Peb 2021

Sulsel – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menciptakan jagung hibrida tongkol ganda dengan produksi dua kali lipat dari jagung biasa yang dinamakan Nakula Sadewa (Nasa) 29. Di Desa Unra, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Minggu (14/02/2021), Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah panen jagung yang resmi dirilis Kementerian Pertanian tahun 2017 ini.

Dalam sambutannya, Nurdin menyampaikan bahwa panen perdana benih jagung hibrida ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah Provinsi Sulsel untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung.

“Panen dimulai di Bone karena Bone merupakan penghasil jagung terbesar di Sulsel. Selain itu, Bone juga menjadi pioner produsen benih jagung hibrida di Sulsel bahkan di Kawasan Timur Indonesia,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan bahwa di lahan seluas 100 hektar tersebut semuanya menggunakan benih jagung hibrida Nasa 29. Menurutnya, produktivitas Nasa 29 cukup tinggi dan berharap Kabupaten Bone bisa menjadi lebih mandiri lagi dalam hal benih jagung.

"Benih jagung hibrida Nasa 29 produktivitasnya mencapai 13 ton/ha. Tinggal diperluas lahannya, supaya Kabupaten Bone bisa mandiri dalam hal penyediaan benih. Apa lagi benihnya hasil inovasi Balitbangtan, Kementerian Pertanian, dipastikan produksinya bisa meningkat lagi," ujar Nurdin.

Di akhir sambutannya, Nurdin berharap Kabupaten Bone menjadi percontohan mandiri benih jagung di Sulsel. Setelah berhasil, maka akan diperluas ke daerah lain. Sulsel ingin dijadikan provinsi penghasil benih di wilayah timur.

"Kita ingin semua kota/kabupaten di Sulsel mandiri benih. Sehingga, nantinya Sulsel akan menjadi penghasil benih jagung di wilayah timur," harap Nurdin.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Dr. Muhammad Azrai mengatakan Balitsereal mendukung sepenuhnya program Gubernur Sulsel. “Kami sebagai inventor siap mendukung program Pak Gubernur untuk mewujudkan provinsi Sulsel menjadi provinsi yang mandiri benih jagung hibrida, maupun sebagai sentra produksi benih jagung untuk Kawasan Timur Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Azrai juga menjelaskan bahwa selain varietas jagung hibrida Nasa 29, Pemda Sulsel melalui PT. Perseroda Sulsel juga telah melisensi varietas jagung Hibrida JH 37. Keduanya mampu berkompetisi dengan varietas milik perusahaan multinasional.

“Hal ini dapat segera terwujud karena varietas Nakula Sadewa 29 dan JH 37 yang dilisensi oleh PT. Perseroda Sulsel memiliki produktivitas yang mampu berkompetisi dengan varietas komersial multinasional dengan provitas mampu mencapai di atas 13 t/ha,” kata Azrai. (Uje/HRY)

Informasi terkait:

Jagung Hibrida hasil Pemuliaan Balitbangtan Tarik Minat 3 Mitra Lisensi

Jagung Hibrida Tongkol Ganda: NASA 29