» Info Aktual » Peringatan Hari Pangan Sedunia 2003
29 Okt 2003

Sejarah peringatan hari pangan sedunia bermula dari konferensi FAO ke 20, bulan Nopember 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day. Resolusi disepakati oleh 147 negara anggota FAO, termasuk Indonesia, menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).

Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional. Penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO. Acara diselenggarakan lintas departemen dan sebagai vocal point FAO di Indonesia, Menteri Pertanian menetapkan Departemen Pertanian sebagai departemen utama (leading institution) penyelenggara HPS.

Mengacu pada Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan PP No. 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan yang menegaskan bahwa perwujudan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat, maka tema nasional HPS ke 23 tahun 2003 di Indonesia adalah “Menggalang Peran Serta Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan”.

Tema tersebut mengacu keadaan dimasa sekarang ini dimana meskipun produksi makanan melimpah, tetapi kondisi di daerah-daerah tertentu didapati masyarakat yang menderita kelaparan. Banyak anak-anak yang meninggal sebelum mencapai usia dewasa, dan masih banyak juga orang dewasa yang tidak bisa memaksimalkan potensinya. FAO mencatat hingga saat ini masih didapati lebih dari 840 juta manusia yang masih menderita kelaparan termasuk di negara-negara berkembang.

Dengan tema di atas Departemen Pertanian menyerukan dan mengajak pada seluruh masyarakat untuk bekerjasama mengentaskan kemiskinan dan untuk menjamin hak asasi dasar manusia yaitu bebas dari kelaparan. Pada masa pemerintahan orde baru pernah dicapai prestasi swasembada pangan, hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya negara kita mampu mewujudkan ketahanan pangan tanpa terpengaruh bahan pangan impor.

Rangkaian peringatan HPS ke-23 tahun 2003 dilaksanakan di pusat dan di daerah. Peringatan HPS di Jakarta diisi dengan seminar, pameran, bazar, pengabdian masyarakat dan perlombaan. Seminar diselenggarakan tanggal 7 Oktober 2003 di Gedung BPPT II Jl. MH Thamrin Jakarta. Pameran dan bazar digelar di Semanggi Expo pada tanggal 16 s/d 19 Oktober 2003 yang diikuti oleh departemen/instansi pemerintah, badan usaha pemerintah/swasta, lembaga internasional, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan lain sebagainya. Pengabdian masyarakat, telah diserahkan bantuan berupa bibit ikan pemakan rumput (ikan kambing), bibit jati emas, pemberian makanan tambahan anak sekolah dan lain-lain yang dilakukan di Lapangan Turonggo Seto Ambarawa, Jawa Tengah. Perlombaan diselenggarakan bersamaan dengan acara pameran dan bazar dengan materi antara lain lomba menulis dan baca puisi, lomba memasak menu beragam, bergizi, dan berimbang, lomba memasak pelajar kejuruan, lomba memasak berbahan ikan dan lain sebagainya.

Peringatan HPS di daerah diisi dengan sarasehan petani dan LSM pendamping petani, sidang dewan ketahanan pangan regional, lokakarya, dan pameran ketahanan pangan. Puncak acara digelar di Lapangan Turonggo Seto, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sarasehan diselenggarakan dalam rangka menampung dan mengaktualisasikan masukan dari masyarakat pertanian, guna membangun partisipasi aktif segenap komponen masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sidang dewan ketahanan pangan Regional diikuti oleh Bupati dan Walikota selaku ketua dewan ketahanan pangan kabupaten se Jawa. Sidang ini merupakan tindak lanjut konferensi Dewan Ketahanan Pangan tahun 2002 lalu yang dilaksanakan di Jakarta. Lokakarya diselenggarakan di Semarang diikuti oleh dunia usaha menengah dan kecil serta anggota masyarakat lainnya (perguruan tinggi). Pameran digelar bersamaan acara puncak diikuti hampir 100 stand dan diisi oleh instansi pemerintah pusat, pemerintah propinsi, dan kabupaten, badan usaha milik pemerintah dan swasta, perguruan tinggi, LSM dan lembaga-lembaga internasional.

Badan Litbang Pertanian pada peringatan HPS tahun 2003 melepas beberapa varietas padi yang termasuk dalam Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB) dan penyerahan benih kepada 8 propinsi sebagai sentra pengembangan VUTB. Tahun depan direncanakan akan dicanangkan sebagai Tahun Padi Nasional 2004.

Pada acara puncak pameran HPS ke-23 di Ambarawa, Badan Litbang Pertanian menampilkan materi teknologi terkait dengan pengolahan pangan dari unit kerja. Beberapa unit kerja tersebut antara lain, Balai Pasca Panen Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa), Puslitbangtan, Puslitbangnak, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka), Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBPMP) dan Sekretariat Badan Litbang Pertanian.

Untuk menarik minat pengunjung Badan Litbang Pertanian mengadakan demontrasi pembuatan snack berbahan tepung sukun dan pengolahan daging kelinci. Acara dibuat praktis semacam kursus singkat agar pengunjung dapat segera mencoba mencicipi produk hasil penelitian. Pengunjung cukup banyak mengikuti acara dan melihat panel-panel yang disajikan. Dengan semakin banyaknya pengunjung, pada akhir acara Badan Litbang Pertanian dinyatakan meraih nomor II sebagai stand terbaik pada pameran ini.