Info Teknologi

Varietas Unggul Baru Kentang Keripik, Varietas Spudy

Spudy merupakan varietas unggul hasil persilangan antara varietas Atlantic dengan Repita memiliki bentuk umbi oval, dengan warna kulit umbi kuning muda dan daging umbi kuning pucat. Panjang umbi rata-rata berkisar antara 9,2 - 10,2 cm dan diameter umbi rata-rata berkisar antara 6,27 - 6,66 cm. Ciri utama tanaman kentang varietas ini adalah Mahkota bunga putih, warna daging umbi kuning

Selengkapnya

Sumber Daya Genetik Tanaman Buah Unggul Lokal di Jakarta

Sumber Daya Genetik (SDG) tanaman memiliki arti yang sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sejumlah varietas komoditas tanaman telah dimanfaatkan secara intensif sebagai pangan, sejumlah spesies tanaman lainnya yang belum dimanfaatkan diketahui memiliki potensi dalam mendukung program pemuliaan tanaman. Perubahan iklim merupakan isu penting yang memiliki potensi dapat mengancam ketersediaan SDG tanaman buah. Pemanasan global dan bencana alam dapat memacu terjadinya erosi genetik terhadap SDG tanaman buah yang ada. Oleh karena itu, SDG tanaman buah perlu dilestarikan agar dapat tersedia secara berkelanjutan dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan. Langkah awal upaya pelestarian terhadap SDG tanaman buah dapat dilakukan melalui serangkaian kegiatan inventarisasi dan dokumentasi data SDG tanaman, untuk selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan koleksi dan konservasi (pemeliharaan) baik secara in situ (lekat lahan) maupun ex situ (koleksi di bank gen). Sumber daya genetik ini merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

Selengkapnya

MTR 19, Varietas Unggul Baru Jeruk Pamelo

Jeruk Pamelo atau dengan nama latin Citrus grandis atau Citrus Maxima ini lebih dikenal di Indonesia dengan nama jeruk bali. Jeruk pamelo berasal dari keluarga Rutaceae dan merupakan salah satu jeruk terbesar. Paling lazim di Asia dan Asia tenggara, tapi pertama kali dibawa oleh salah satu kapten perusahaan di India Timur. Saat ini Jeruk pamelo udah ramai dibudidayakan di Indonesia.

Selengkapnya

Roti Manis Hasil Kolaborasi dua VUB Balitbangtan

Setiap tahun volume peningkatan pertumbuhan penjualan roti manis mencapai 15%, sehingga prospektif sebagai peluang usaha untuk dikembangkan. Atas dasar tersebut, Badan Litbang Pertanian melalui dua UPT nya yaitu Balai Penelitian Tanaman Serealia dan Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi  berkolaborasi membuat roti manis.

Selengkapnya

Mesin Ginning Kapas, Mesin Pemisah Serat dan Biji Kapas

Kapas (Gossypium hirsutum) merupakan tanaman serat yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan sandang, kesehatan dan kecantikan sedangkan minyak dari biji kapas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati. Pemisahan serat kapas dari bijinya untuk memperoleh serat yang digunakan dalam industri tekstil menggunakan alat yang disebut alat ginning kapas.  Proses pemisahan kapas dar bijinya dengan menggunakan alat tradisional sangat tidak efisien, karena kapasitas pengolahannya yang rendah.  Oleh karena itu, diperlukan perekayasaan alat pemisah kapas dari bijinya yang dapat digunakan di wilayah sentra produksi kapas dengan kapasitas yang sesuai dengan ketersediaan bahan baku kapas berbiji yang berasal dari 1-3 kelompok tani yang berdekatan dengan luas tanam 5-8 ha.

Selengkapnya

Mesin Pengambil Sampel (Core Sampler) Tebu Siap Giling

Core sampler adalah alat yang berfungsi untuk mengambil contoh tebu di dalam alat angkutan tebu, dengan cara mengebor tumpukan tebu. Komponen utama core sampler adalah pipa silinder dengan ujung bergerigi yang digunakan dalam proses pengambilan sampel tebu. Mekanisme kerja mesin core sampler yaitu mengambil sample tebu dari truk dengan cara di bor dengan sudut kemiringan 45 ̊ untuk truk dan 60 ̊  untuk colt diesel. Pengeboran dilakukan sampai 15 cm dari permukaan bawah bak truk, dengan putaran pipa bor ± 160 rpm. Sample diambil mewakili posisi atas, tengah, bawah dari batang tebu dan semua atribut kualitas tebu (layak giling, sogolan, pucukan, klaras, tanah, akar). Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai rendemen tebu. Sample yang terambil kurang lebih 7 kg, selanjutnya sampel dimasukkan ke mesin pencacah (shredder). Hasil cacahan kemudian dipress menggunakan hydraulic press menghasilkan nira perahan pertama (NPP).

Dengan teknologi core sampler, tingkat rendemen sudah bisa diketahui sebelum tebu masuk ke meja tebu. Mesin core sampler akan mengambil sampel tebu langsung dari atas truk dan dianalisa di laboratorium core sampler dan hasilnya, yaitu rendemen, akan keluar dalam waktu sekitar lima menit. Penggunaan teknologi core sampler ini bisa meningkatkan kepercayaan petani karena lebih transparan dan petani bisa mengetahui kualitas tebunya dengan cepat.

Unit bore core sampler  hasil rancangan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) dapat diatur sudut kemiringannya, sehingga dapat digunakan baik itu secara horizontal maupun vertikal (45o – 60o). Mesin core sampler  didesain knock down  (dapat dibongkar pasang), sehingga memudahkan apabila ingin berpindah lokasi (movable). Panjang pipa bore core sampler 6 meter dengan diameter 4 inchi.

Selengkapnya