» Info Teknologi » Bantuan Biodiesel untuk Nelayan Pandeglang
10 Agu 2005

Sebagai tindaklanjut agenda Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang telah dicanangkan oleh Presiden RI di Jatiluhur, Purwakarta pada tanggal 11 Juni 2005 lalu, Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Lembaga Riset Perkebunan Indonesia telah menyerahkan Biodiesel Minyak Sawit Murni (B100) sebanyak 3.000 liter sebagai bahan bakar untuk membantu kegiatan Nelayan/Kelompok Nelayan di Kabupaten Pandeglang, bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Teluk Labuan.

Penyerahan bantuan Biodiesel B100 dilakukan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian kepada nelayan melalui Bupati Pandeglang. Hadir pada penyerahan bantuan ini antara lain Direktur Eksekutif LRPI, Pejabat dari Departemen Kelautan dan perikanan dan Pemda Pandeglang. Biodiesel B100 yang diserahkan tersebut selanjutnya akan diuji kinerjanya pada berbagai motor nelayan dengan kapasitas yang beragam. Badan Litbang Pertanian melalui PPKS akan melakukan monitoring terhadap pemakaian Biodiesel tersebut, dan akan memakai data hasil pengujian tersebut sebagai dasar rekomendasi pengembangan Biodiesel selanjutnya. Pemerintah saat ini sedang mengembangkan pabrik Biodiesel Minyak Sawit skala pilot dengan kapasitas 20 ton/hari untuk keperluan penyediaan Biodiesel bagi para Nelayan.

Seperti telah diketahui bahwa penggunaan Biodiesel ini mempunyai banyak keuntungan diantaranya emisi lebih rendah, tidak menambah efek rumah kaca,cetane number yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan petroleum diesel dan menghasilkan energi yang sama dengan petroleum diesel. Dengan kelebihannya tersebut prospek dan peluang penggunaan Biodiesel Minyak Sawit sebagai bahan baker alternatif sangat terbuka mengingat biodiesel dibuat dari bahan terbarukan (renewable).

Informasi Terkait :

Pakai Biodiesel, Kenapa Tidak?