» Info Teknologi » Padi Hibrida HIPA 18 dengan Berbagai Keunggulan Spesifik
26 Des 2018

Padi hibrida memiliki tingkat heterosisnya yang tidak sebesar tanaman hibrida lain yang menyerbuk sendiri, seperti jagung. Perlu diketahui, bahwa  di negara asalnya, Tiongkok, padi hibrida  terus menjadi primadona dan permata di lahan petani.

Padi Hibrida memiliki Keunggulan utama yaitu produktivitasnya. dengan tingkat produksi yang lebih tinggi diharapkan pemanfaatan padi hibrida dapat lebih dioptimalkan sampai ke petani, sehingga kedepan, dapat berkontribusi pada peningkatan produksi padi nasional.

Pada tahun 2013 Kementerian Pertanian melepas varietas padi hibrida HIPA 18 dengan berbagai keunggulan spesifik. Diharapkan varietas tersebut bisa memenuhi keinginan petani untuk lahan-lahan irigasi, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan di lahan-lahan subotimal potensial, seperti lahan pasang surut dan lahan gogo potensial. Seperti yang telah diuji di Kebumen pada tahun 2017, HIPA 18 mampu beradaptasi di lahan kering dan mampu beradaptasi  di lahan pasang surut potensial di di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

“Selama ini, padi hibrida itu unggul di potensi produktivitasnya yang mencapai 10,3 t/Ha, ujar Indrastuti, pemulia padi hibrida HIPA 18 saat diwawancarai. “ Selain itu, untuk varietas ini agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, agak tahan terhadap terhadap 3 prototype hawar daun bakteri (kresek) dan tahan terhadap blast, kata Indrastuti.

Sementara itu, Satoto, pemulia yang juga sebagai Ketua Kelompok Peneliti Pemuliaan BB Padi ditempat terpisah mengatakan, bahwa kemudahan dalam produksi benih HIPA 18 juga menjadi daya tarik dari sisi bisnis. Out crossing rate yang tinggi dari galur mandul jantan, tetua HIPA 18 membuat potensi produksi benih hibrida ini menjadi tinggi. Pelisensi menyebutkan bahwa mereka berhasil memperoleh rata-rata benih 1,5 – 2,0 t/Ha.

Kebijakan pemerintah untuk terus mendukung research dan proses diseminasi hibrida membuat gairah proses pemuliaan meningkat terus. Galur mandul jantan yang tinggi outcrossing rate-nya dan tahan hama/penyakit dan galur pemulih kesuburan yang merupakan bahan utama dalam perakitan varietas. Kepala BB Padi Priatna Sasmita selalu mendorong para pemulia padi untuk terus berkaya agar padi hibrida yang dihasilkan benar-benar bisa diterima masyarakat dalam rangka mendongkrak peningkatan produksi.

“ Penelitian budidaya diharapkan dapat menghasilkan paket budidaya spesifik dan kami akan terus dukung pengembanganya, perhatikan juga paket teknologi yang tepat, agar potensi hasil padi hibrida dibeberapa wilayah sub optimal dapat ditingkatkan”, ungkap Priatna.

Padi hibrida dapat dianalogikan sebagai gelas dengan ukuran yang lebih besar sehingga daya tampungnya pun lebih banyak. Itulah yang menyebabkan hibrida sangat responsif terhadap berbagai input teknologi yang diberikan, seperti pupuk dan hormon atau ZPT lainnya. Optimaliasi daya tampung untuk memaksimalkan produktivitas sangatlah diperlukan.

PT Petrokimia Gresik, sebagai salah satu pelisensi HIPA 18 telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi koki sekaligus marketing yang baik sehingga varietas ini mulai diterima oleh petani Indonesia. HIPA 18 terbukti layak untuk masuk ke dunia industri benih nasional, sehingga perusahaan pelisensinya dapat memperoleh profit, bahkan memberikan royalty kepada inventor dan pemilik invensi, dalam hal ini pemulia dan institusinya. Ke depan, diharapkan semakin banyak teknologi Badan Litbang Pertanian, baik varietas, paket budidaya, bio pestisida, pupuk hayati dan produk lainnya yang well perform sehingga dapat diterima masyarakat.

Pelisensi diharapkan dapat melakukan produksi benih hibrida dengan proses yang murah dan efisiensi baik dengan modifikasi teknik budidaya, teknik produksi, penggunaan input-input spesifik, sehingga dapat meningkatkan jumlah dan efektivitas produksi benih F1. Pelisensi tidak hanya sebagai asisten chef, namun juga marketing yang diberikan hak untuk mempromosikan, mengenalkan dan meningkatkan penjualan benih hibrida. Keharmonisan antara pelisensi, pemulia, petani dan pembeli sangat menentukan tingkat adopsi suatu varietas, selain produktivitas dan performa varietas itu sendiri.

Bagi inventor, adopsi masyarakat terhadap produk yang mereka hasilkan jauh bernilai tinggi, dibandingkan besaran rupiah royalty itu sendiri. Suatu kabahagian dan kebanggaan luar biasa ketika melihat para petani membawa karung-karung gabahnya dengan wajah bahagia karena income tinggi terbayang di depan mata. (IAR/STO/Shr)