» Info Teknologi » Jejer Manten, Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi Mencapai 80 Persen
31 Jan 2019

Sistem tanam Jejer Manten (Jerman) yang dikembangkan oleh BPTP Lampung terbukti mampu meningkatkan produksi padi mencapai 30 persen. Ini terbukti dari kegiatan kaji terap teknologi pada musim gadu tahun 2018 pada Kecamatan Gedong Tataan dan Tegineneng.

Untuk meningkatkan produktivitas padi sawah, cara tanam Jerman atau sering disebut Twin Seeds oleh petani lokal Pesawaran merupakan rekayasa cara tanam yang awalnya dilakukan oleh kelompok tani pada daerah tersebut. Cara tersebut bertujuan memanfaatkan efek tanaman pinggir seperti yang terjadi pada jajar legowo, namun lebih mudah dilakukan petani dalam penanaman dan penyiangan gulma dengan alat gasrok. Kelebihan lain cara tanam Jerman adalah jumlah benih lebih sedikit, efek tanaman pinggir lebih sempurna, serta peningkatanpendapatan petani.

Sebelumnya, pengkajian mengenai rekayasa cara tanam Jerman telah dilakukan pada tanaman padi sawah di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada bulan Mei sampai September tahun 2014 oleh Ir.Robert Asnawi, M.Si. dan Ir.Ratna Wylis Arief, M.TA. Pengkajian dilakukan pada masing-masing petakan seluas 400 m2 dengan luas total area 1 ha. Pengkajian tersebut bertujuan mengetahui pengaruh penerapan cara tanam Jerman terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan usaha tani padi sawah.

Perlakuan yang dikaji dengan membandingkan rekayasa cara tanam antara Jajar Tegel, Jajar Legowo 2:1 dan Jejer Manten. Varietas padi yang dikajiterapkan adalah Inpari 10, yang merupakan varietas unggul baru (VUB) produk Balitbangtan yang mulai dikembangkan didaerah tersebut.

Hasil kajian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah anakan tertinggi dihasilkan oleh perlakuan cara tanam Jerman. Inovasi teknologi tersebut menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 5-10% dan peningkatan pendapatan petani dibandingkan dengan 2 perlakuan lainnya. Dari pengkajian tersebut, Jerman dinilai memiliki potensi untuk diterapkan karena mudah diterapkan, dengan produktivitas dan pendapatan lebih tinggi dibandingkan Jajar Tegel dan Jajar Legowo 2:1.

Kaji terap terbaru dilakukan pada bulan Juni hingga September tahun 2018 menggunakan varietas Inpari 42 dan Inpari 43 dengan menggunakan sistem tanam Jerman Super, Jajar Legowo super manual, Jajar Legowo super transplanter, Jajar Tegel pada total luas areal 8 Ha di Desa Waylayap Kecamatan Gedong Tataan dan 2 Ha di Desa Rejo Agung Kecamtan Tegineneng.

Hasil kaji terap di dua kecamatan tersebut dapat dideskripsikan secara umum bahwa cara tanam Jerman menghasilkan produktivitas sebesar 9 ton/ha, Jarwo Super manual dan Jarwo Super transplenter sekitar 7 ton/ha, dan Jajar Tegel sekitar 5-6 ton/ha. Penerapan cara tanam Jerman mampu meningkatkan produktivitas sebesar 30-80 persen dibandingkan jajar Tegel yang biasa diterapkan petani. (EPA)