» Info Teknologi » Persingkat Waktu Pengolahan Tanah dengan Mesin Pengolah Tanah Amphibi
12 Mar 2019

Berdasarkan tren kebutuhan pangan nasional terutama padi, jagung, dan kedelai, maka sampai tahun 2025 dibutuhkan 4,7 juta lahan bukaan baru. Oleh sebab itu, opsi utama yang harus ditempuh untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi serta komoditas lainnya adalah pengembangan dan optimalisasi lahan sub optimal (LSO), baik melalui pendekatan intensifikasi maupun secara ekstentifikasi. Pengembangan pertanian lahan sub optimal rawa pasang surut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan peningkatan produksi pertanian yang makin kompleks.

Untuk menjawab tantangan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) melakukan  rekayasa dan pengembangan mesin pengolah tanah spesifik lahan rawa yaitu traktor amphibi dengan roda crawler (crawler rotavator) yang dilengkapi dengan implemen pengolah tanah tipe rotari agar mampu bekerja efektif pada kondisi spesifik sawah rawa pasang surut.  Mesin ini dimodifikasi serta disesuaikan dengan karakteristik lahan pasang surut dimana pada umumnya banyak vegetasi, sehingga diperlukan implemen rotari yang selain dapat  mengolah tanah juga dapat memotong/mencacah vegetasi tersebut dengan baik sehingga hasil olah tanahnya lebih sempurna. Selain itu, mesin juga didesain agar dapat bekerja secara efektif pada lahan lunak, juga untuk mengurangi efek pemadatan tanah pada lahan kering.

Bagian utama mesin pengolah tanah ini terdiri dari motor penggerak diesel 60 PK, bajak rotari, roda gerak tipe rantai (crawler),  serta sistem transmisi daya (mekanis dan hidrolis). Transmisi daya dari motor ke roda dan dari motor ke rotari menggunakan V belt-pulley dan gearbox. Sistem transmisi hidrolik digunakan untuk menaik-turunkan bajak rotari dan pengendalian mesin saat berbelok.

Modifikasi bajak rotari dilakukan dengan mengganti satu baris pisau rotari tipe C dengan pisau pencacah tipe lurus, sehingga dapat berfungsi melakukan pencacahan vegetasi (sisa tanaman)  pada saat pengolahan tanah, baik di lahan sawah maupun lahan kering.

Selain implemen rotari mesin ini juga dilengkapi dengan unit dekomposer yang berfungsi untuk aplikasi dekomposer yang berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi biomassa maupun pupuk cair. Unit ini sifatnya optional, sehingga dapat tidak difungsikan manakala memang tidak diperlukan.

Mesin pengolah tanah amphibi ini mempunyai dimensi 3570 x 1900 x 2910 mm, lebar kerja 180 cm, kapasitas olah tanah 3-4 jam/ha, kapasitas tangki dekomposer 100 liter, serta bobot operasi mesin 1900 kg. (SU/Wira)