» Info Teknologi » Roti Manis Hasil Kolaborasi dua VUB Balitbangtan
13 Mei 2019

Siapa yang tidak kenal dengan roti, salah satu makanan yang terbuat dari tepung gandum yang banyak kita jumpai di berbagai tempat jajanan. Pilihan jenis dan rasanya pun sangat beragam, sehingga kita dapat memilih sesuai selera.  

Umumnya jenis roti yang disukai oleh masyarakat Indonesia adalah roti dengan tekstur yang lembut dan manis, karena sesuai dengan lidah dan selera masyarakat. Berbeda dengan negara Eropa yang menyukai roti bertekstur keras.

Setiap tahun volume peningkatan pertumbuhan penjualan roti manis mencapai 15%, sehingga prospektif sebagai peluang usaha untuk dikembangkan. Atas dasar tersebut, Badan Litbang Pertanian melalui dua UPT nya yaitu Balai Penelitian Tanaman Serealia dan Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi  berkolaborasi membuat roti manis.

Roti manis tersebut berbahan dasar dari tepung gandum varietas Dewata dan ubi jalar ungu varietas Antin-2 keduanya adalah varietas unggul yang dilepas oleh UPT Balitbangtan. Gandum varietas Dewata dirilis tahun 2003 oleh Balitsereal dan ubi jalar ungu varietas Antin 2 dirilis tahun 2014 oleh Balitakabi.

Berdasarkan rendemen, tingkat kekerasan, tingkat kecerahan, dan pengembangan volume, penggunaan campuran tepung gandum lokal varietas Dewata (kadar protein 14, 15% bk) yang disosoh dan pasta ubi jalar ungu dari varietas Antin 2 (kadar antosianin 130,2 mg/100g bb) sampai dengan 40% berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan roti manis yang memiliki kualitas tidak kalah dengan 100% terigu impor. Hal ini tampak dari sifat sensoris roti manis yang cukup disukai, memiliki tekstur lembut/empuk, butir remah yang seragam, serta kadar proteinnya yang lebih tinggi daripada roti manis dari 100% terigu impor. Kadar air dan abu roti manis tersebut juga telah memenuhi persyaratan SNI (1995). (Uje/RTPH)