» Info Teknologi » Balitbangtan Hasilkan Varietas Unggul Baru Sorgum Bioguma, Ini Kelebihannya
24 Mei 2019

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitangtan) melepas varietas unggul baru (VUB) sorgum yang diberi nama Sorgum Bioguma. Dibandingkan sorgum pada umumnya, tanaman ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya batang lebih besar, tingkat kemanisan atau kandungan brix lebih tinggi, serta volume nira dan produksi biji yang lebih tinggi.

Menurut peneliti Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Balitbangtan, Prof Endang Gati, sorgum bioguma merupakan hasil pemuliaan dari sorgum varietas Numbu. Setelah diberi perlakuan mutasi, seleksi dan uji multilokasi, dihasilkan tiga VUB masing-masing bernama Bioguma 1, Bioguma 2 dan Bioguma 3.

Jika dideskripsikan, ketiga VUB ini memiliki ciri tinggi tanaman mencapai 266 cm, bobot biomassa 54,30 ton/hektar, volume nira sekitar 122 ml, potensi hasil 9,3 ton/hektar, kandungan brix sekitar 15% serta tahan terhadap penyakit karat daun dan busuk batang.

Sejak dilepas pada awal tahun 2019, BB Biogen terus memproduksi benih penjenis untuk didiseminasikan ke tingkat penangkar benih agar dapat dimanfaatkan petani maupun peternak.

“Selain perbanyakan benih, kita sedang penjajakan penanaman di daerah lain yang mempunyai potensi pengembangan seperti Indramayu dan Cianjur,” ujar Endang di Kebun Percobaan Citayam, Depok, Kamis (23/5/2019).

“Sudah ada pengusaha yang tertarik dengan varietas ini untuk dikembangkan sebagai pakan ternak di daerah tersebut,” tambahnya.

Seperti diketahui, sorgum merupakan tanaman serbaguna yang bijinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, daun untuk pakan ternak, dan batangnya untuk bahan baku industri seperti bioetanol. Untuk itu BB Biogen menargetkan sorgum bioguma dapat dikembangkan juga di daerah Demak dan Lamongan.

“Demak dan Lamongan merupakan daerah di pulau Jawa yang sudah mengembangkan tanaman sorgum oleh dinas dan petaninya. Kedepan kita akan mengenalkan sorgum bioguma ini agar varietas di sana menjadi lebih beragam,” jelas Endang.

Selain pulau Jawa, daerah kering seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga menjadi target penyebaran sorgum bioguma rakitan Balitbangtan. (Andika Bakti).