» Info Teknologi » Lengkapi Teknologi Budidaya Tebu dengan Mesin Pengklethek Daun
12 Jun 2019

Proses pemanenan tebu dilakukan setelah memasuki usia masak (11-12 bulan). Kriteria syarat mutu hasil tebangan yang diminta pabrik gula adalah batang bersih dari seresah daun dan pucuk daun terpotong. Untuk memenuhi kriteria tersebut, maka diperlukan mesin pemeliharaan tanaman (klethek daun) dengan pertimbangan bahwa mesin panen tebu yang ada belum dilengkapi pembersih daun tebu.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) telah melaksanakan penelitian dan perekayasaan alat dan mesin (alsin) yang dapat digunakan untuk pengkletek tebu sebelum panen. Alsin pengkletek tebu didesain khusus untuk membersihkan daun tebu sebelum dipanen (klethek I dan klethek II). Mesin ini mempunyai dimensi 1.250 x 1000  x 1.700 mm, dan digerakkan menggunakan traktor dengan power 18 HP. Mesin pengklethek daun tebu terdiri dari traktor penggerak, rangka implement, gearbox, drum pengkletek, suluran dan rangka kanopi traktor.

Alat tersebut didesain dengan dimensi yang tidak terlalu besar untuk memungkinkan traktor dan alat dapat menjangkau sela-sela tanaman tebu sesuai dengan pola tanam yang sudah ditentukan.  Mekanisme kerja adalah traktor bergerak maju disela rumpun tebu sejajar dengan baris tanaman tebu. Posisi traktor berada di antara guludan, posisi unit pengklethek berjarak ± 5 cm dari batang tebu agar ketika unit pengkletek diputar, hempasan suluran mengenai daun tebu yang tua dan memotong daun tebu lalu menjatuhkannya ke tanah.

Hasil Uji lapang  mesin pengklentek daun tebu yang dilakukan di Kediri- Jawa Timur, yang berlokasi di lahan Tebu Rakyat, dengan PKP 180 cm, umur tebu 6 bulan memasuki tahapan klethek I. Hasil uji menunjukkan bahwa efektivitas pembersihan daun tebu mencapai 68,15 % dan tingkat kerusakan batang/daun hijau 2 %. (SU/Wira)