» Info Teknologi » Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
07 Jun 2019

Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi mungkin mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida.

Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sungai dan akan membahayakan lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu diperlukan teknologi penyaringan air sebelum dan sesudah masuk area persawahan.

Filtrasi air sangat penting untuk semua sistem irigasi. Untuk menghasilkan kualitas air yang lebih baik, dapat menggunakan dua filter yaitu inlet outlet. Filter pertama, berfungsi sebagai penyaring pertama yang bisa menyaring racun-racun yang terbawa oleh air misalnya logam berat dan residu pestisida. Filter kedua berfungsi untuk penyaringan outlet yang dipasang di outlet persawahan.

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mengembangkan teknologi berupa alat penyaring air yang biasa disebut dengan Filter Irigasi Inlet Outlet (FIO). Alat yang sangat sederhana dan mudah dibuat sendiri dengan biaya yang relatif murah.  

FIO terbuat dari bak plastik dengan dengan ukuran sesuai kebutuhan (diameter jaringan irigasi) dan mempunyai penyaring berbrentuk silinder sejumlah 12 buah dan dipasang secara zig-zag untuk ukuran. Penyaring terbuat dari kasa alumunium yang nantinya akan diisi arang aktif berasal dari limbah pertanian yang berbentuk butiran dan bisa diisi ulang dengan sistem bongkar pasang.

Filter ini mampu menjerab jenis residu insektisida organoklorin (DDT, lindan, dieldrin, endrin, heptklor, endosulfan), organofosfat (klorpirifos, profenofos, diazinon), karbamat (karbofuran) di saluran air.

Sumber : Balai Penelitian Lingkungan Pertanian