» Info Teknologi » Domba Bahtera Agrinak untuk Pemeliharaan Semi Intensif
08 Jul 2019

Selama ini, produktivitas domba dianggap masih relatif rendah karena faktor genetik. Meski domba lokal memiliki keunggulan yakni tingkat reproduksinya yang tinggi, produktivitasnya rendah dengan bobot tubuh yang rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki produktivitas domba lokal adalah melalui pembentukan rumpun domba persilangan.

Domba Bahtera Agrinak merupakan domba unggul hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak). Domba ini merupakan rumpun persilangan untuk pemeliharaan semi intensif.

Pemuliaan rumpun ini dilatarbelakangi oleh potensi sumbangan usaha ternak yang cukup besar bagi rumah tangga selama ini, meskipun kebanyakan masih dilakukan secara tradisional. Oleh karenannya, potensi pengembangannya cukup besar.

Domba Bahtera Agrinak adalah hasil dari persilangan Lokal Sumatera (SS) dan domba Barbados Blackbelly (BB). Keunggulan dari domba ini adalah mampu beradaptasi pada lingkungan tropis, dapat beranak sepanjang tahun, mempunyai laju pertumbuhan tinggi dan mempunyai jumlah anak sekelahiran yang tidak berbeda dengan domba lokal.

Hasil penelitian pemuliaan domba Bahtera Agrinak menunjukkan bahwa dalam kondisi dikandangkan maupun di lapang mempunyai performa produksi lebih baik dibandingkan domba Lokal

Domba Bahtera Agrinak jantan hasil persilangan memiliki tanduk, warna tubuh dominan coklat tua, pola warna campuran dua warna, warna belang umumnya hitam, Warna tubuh domba Bahtera Agrinak dominan coklat. Pola warna tubuhnya, umumnya campuran dua warna dengan belang umumnya hitam. Pada persentase sampai dengan 10%. Domba Bahtera Agrinak betina umumnya tidak bertanduk, warna tubuh dominan coklat muda. Pola warnanya adalah campuran dua warna dengan belang hitam pada persentase >10-20%.

Rataan bobot hidup domba Bahtera Agrinak pada berbagai umur lebih tinggi dibandingkan domba lokal dengan ratan bobot lahir pada kisaran 2kg, sapih pada kisaran 9,68kg , dan pada umur 12 bulan pada kisaran berat 19,22 kg dengan kondisi pemeliharaan yang biasa. Dari sisi reproduksinya, produktivitas induk Bahtera Agrinak cenderung sama dengan domba lokal sama tetapi total bobot lahirnya lebih besar. Pubertasnya sekitar 306 hari dengan mutu dagingnya masih dalam koridor normal (mutu 1)

Uji adaptasi dan pakan menunjukkan domba Bahtera Agrinak responsif terhadap kualitas pakan yang bagus tetapi juga memiliki respon yang baik terhadap pakan alternatif seperti tongkol jagung.