» Info Teknologi » Nata de Whey, Alternatif Pangan Fungsional
11 Jul 2019

Siapa yang tak mengenal susu? Minuman yang dulunya dianggap sebagai “minuman sempurna” ini didalamnya terkandung asam-asam amino esensial yang sangat dibutuhkan manusia. Tidak hanya dikonsumsi secara segar, masayarakat Indonesia juga biasa mengkonsumsi hasil olahan dari susu seperti keju.

Tingkat permintaan keju di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan semakin berkembangnya berbagai jenis industrii turunan yang berbahan dasar keju, tetapi hal ini tidak diikuti dengan pemanfaatan limbahnya yaitu biasa disebut whey.

Whey (atau laktoserum) adalah cairan semitransparan yang tertinggal selama proses pengendapan dalam pembuatan keju. Whey memiliki warna kuning-kehijauan, rasa yang sedikit asam, dengan aroma yang agak harum.

Whey yang merupakan hasil samping dari pembuatan keju ini dapat dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi nata de whey. Nata de whey merupakan produk fermentasi whey dengan penambahan Acetobacter xylinum. Walaupun dihasilkan dari sisa endapan pembuatan keju, tetapi kandungan gizi dari whey ini masih tinggi yaitu mengandung protein 6-8 g/l dan laktosa 94-52 g/l dan juga mineral. Nata de whey ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan nata de coco yang sudah dikenal masyarakat terlebih dahulu sehingga berpotensi untuk dikembangkan.

Dengan adanya teknologi pengolahan turunan whey ini selain mengurangi pencemaran lingkungan juga diharapkan dapat memberi nilai tambah dan ekonomisnya serta dapat menjadi alternatif pangan fungsional bagi masyarakat.