» Info Teknologi » Jeliteng, Beras Hitam Banyak Manfaat
06 Agu 2019

Hingga pertengahan tahun 2019, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melepas delapan berbagai jenis beras baru. Masing-masing memiliki ciri khas dan karateristik tersendiri sesuai dengan kegunaan seperti beras basmati, beras merah, beras ketan, hingga beras hitam.

Jeliteng merupakan salah satu jenis padi hitam yang dilepas Januari 2019. Varietas padi ini dilepas untuk memenuhi ketersediaan beras hitam yang kian tinggi karena kandungan anti-oksidannya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Padi hitam ini merupakan persilangan antara ketan hitam dengan pandan wangi Cianjur. Jeliteng mempunyai rata-rata hasil GKG 6.18 ton/ha dan potensi hasil 9.87 ton/ha.

Nasi Jeliteng bertekstur pulen dengan kandungan amilosa 19.6% dan fenolik yang cukup tinggi yakni 7104,3 ± 417,9 mg GAE*/100g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, tahan hawar daun bakteri (HDB) kelompok IV dan tahan blas ras 033 dan 073.

Beras hitam atau beras berwarna lain dikenal memiliki kandungan antioksidan yang lengkap seperti vitamin E, vitamin B, magnesium, zat besi, zinc, serta fosfor. Dengan demikian, mengonsumsi beras berpigmen dipercaya memberikan banyak manfaat.

Beberapa manfaatnya seperti untuk kesehatan kulit, menjaga kesehatan jantung, detoksifikasi, melancarkan peredaran darah, membantu program diet, menurunkan resiko diabetes dan obesitas, kaya protein dan bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang sensitif gluten.

Varietas Jeliteng diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap bahan pangan sehat.

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi