» Info Teknologi » Aneka Kacang dan Umbi di Lorong Tanaman Kakao
10 Sep 2019

Semenjak tahun 2015, Sulawesi Tenggara dipetakan sebagai kawasan pengembangan kakao nasional yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian nomor 46 tahun 2015. Dalam keputusan tersebut, pemerintah menetapkan lima kabupaten di Sulawesi Tenggara sebagai daerah pengembangan kakao nasional. Salah satunya adalah Kabupaten Konawe Selatan yang akan menjadi tuan rumah Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39 tahun 2019 ini.

Lokasi Gelar Teknologi (Geltek) pada HPS ke 39 akan dipusatkan di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dengan komoditi utama tanaman kakao.

Di area geltek, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) melalui  Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitakabi) memanfaatkan lorong-lorong di bawah tanaman kakao dengan mengoptimalkan budi daya tanaman aneka kacang dan umbi.

Berbagai komoditas aneka kacang dan umbi telah disiapkan, antara lain varietas Dena 1, Dering 1, dan Dega 1, kacang hijau varetas Vima 1, kacang tanah varietas Katana 1 dan Takar 1, serta kacang tunggak varietas KT5. Tanaman ini telah menunjukkan performa yang baik di lokasi geltek meskipun ditanam di bawah tanaman kakao dengan tingkat pencahayaan yang terbatas.

Untuk aneka tanaman umbi, ditanam antara lain ubi jalar varietas Antin 3 dan Beta 2, serta ubi kayu varietas Adira 1. Tanaman tersebut menunjukkan hal yang sama, tumbuh subur dengan performa tanaman yang maksimal.

Penanaman tanaman aneka kacang dan umbi di bawah pohon kakao yang dilakukan oleh Balitkabi merupakan hal yang baru, sehingga banyak petani di sekitar lokasi geltek merasa tertarik untuk mengembangkannya.

“Dengan adanya percontohan yang digelar pada lokasi geltek ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para petani komoditas perkebunan untuk mengoptimalkan lahan di antara tanaman kakao dengan budi daya komoditas tanaman pangan untuk optimalisasi lahan serta peningkatan pendapatan petani,” ujar Kepala Puslitbangtan Haris Syahbuddin.

Guna mendukung keberlanjutan optimalisasi lahan kakao dengan tanaman pangan, dalam waktu dekat akan dilakukan bimtek budi daya tanaman pangan di bawah tanaman kakao. Bimtek juga akan diisi kegiatan penanganan pascapanen yakni membuat beragam kue, biskuit, jus, hingga es krim.