» Info Teknologi » Santri Tani Milenial Brebes Coba Kembangkan Ayam KUB
06 Nov 2019

Pertanian yang mulai kehilangan daya tarik di kalangan kaum milenial mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah. Indonesia membutuhkan generasi penerus yang handal sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, serta mampu bersaing dengan negara lain dari segi kualitas dan kontinuitas.

Program Santri Tani Milenial yang diinisiasi dan diresmikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2018 merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan semangat regenerasi petani berbasis pesantren. Tujuan yang ingin dicapai bukan hanya transfer pengetahuan, ataupun diseminasi teknologi, namun juga meningkatkan minat generasi muda untuk bertani ala kaum milenial.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah menggandeng para santri milenial untuk mengembangkan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) sebagai upaya membekali para santri dengan pengetahuan terkait budidaya ayam KUB serta meningkatkan kemampuan berwirausaha tani saat kembali terjun ke masyarakat.

Sebelumnya, BPTP Balitbangtan Jateng sudah mengawali pengembangan ayam KUB berbasis rumah tangga di Desa Blandongan Kecamatan Bantarharjo Kabupaten Brebes bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes.

Selain budidaya ayam KUB, juga dilakukan penumbuhan kelembagaan kelompok tani-ternak ayam KUB yang saat ini sudah berkembang. Yang membanggakan adalah banyaknya peternak milenial yang tergabung dalam pengembangan ayam KUB di wilayah ini.

Santri dari dua pondok pesantren Al Furqon dan Jamsu menjadi sasaran awal pendampingan BPTP Balitbangtan Jateng bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam pengembangan ayam KUB.

Sebelum diserahkan stimulan berupa paket ayam KUB untuk memulai pengembangan di lokasi pesantren, terlebih dahulu dilaksanakan Bimbingan Teknis (bimtek) dan pelatihan teknologi budidaya ayam KUB

Para santri terlihat antusias dan bersemangat dalam mengembangkan bisnis wirausaha berbasis peternakan ayam KUB ini. 

Izzam salah satu santri milenial bangga dengan sinergi program ini. "Kami sangat bangga mendapatkan banyak ilmu dan pemahaman yang komplit tentang teknologi budidaya ayam KUB. Kami sudah biasa memelihara ayam kampung dan sudah menjadi kebiasaan kami di pesantren,” katanya.

“Namun hanya sekedar memelihara saja, dan di saat penyakit flu menyerang dan menghabiskan ayam-ayam kami, kami tidak lanjutkan lagi. Saat ini kami lebih bersemangat untuk memulai kembali, dan mohon kepada pemerintah untuk mendampingi kami, agar kami berhasil,” ungkap Izzam kepada pendamping dari BPTP Balitbangtan Jateng. 

Ciri umum ayam KUB, yang menyerupai ayam kampung dengan produktivitas telur dua kali lipat dibanding ayam kampung biasa, menjadi daya tarik tersendiri bagi para santri. Selain produktivitas telurnya yang lebih tinggi, kesempatan mengembangkan usaha penetasan bibit ayam KUB merupakan salah satu celah usaha yang bisa meningkatkan perekonomian para santri.

Sinergi bersama BPTP Balitbangtan Jateng  dan Pemda setempat dalam mengupayakan pembangunan kemandirian usaha agribisnis dan menciptakan sumber daya manusia unggul berbasis pesantren.

Hal ini diharapkan menjadi titik ungkit peningkatan kesejahtetaraan masyarakat. Inilah potret santri tani milenial Indonesia, tidak hanya pintar sembahyang dan mengaji, tetapi juga mandiri dan ahli berbisnis.

Sumber: BPTP Balitbangtan Jateng

Informasi terkait:

Teknologi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) (Part 1)

Teknologi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) (Part 2)