» Info Teknologi » Vaksin Inovasi Balitbangtan untuk Kesehatan Unggas
05 Des 2019

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) meluncurkan inovasi teknologi untuk kesehatan unggas, Kamis (5/12/2019) di Bogor. Invovasi tersebut yakni vaksin avian influenza bivalen, vaksin avian influenza kombinasi HPAI dan LPAI, dan vaksin ND GTT 11.

Selain vaksin, juga ada teknologi diagnosa KIT ELISA DIVA yang digunakan untuk membedakan hasil vaksinasi dan infeksi avian influenza.

Vaksin avian influenza bivalen merupakan vaksin yang mengandung dua clade virus isolate lokal AI subtype H5N1, yaitu clade 2.3.2 dan clade 2.1.3. Kandungan dan komposisi antigen dalam vaksin yang menggunakan dua clade dan isolat lokal ini dapat memberikan kekebalan dan proteksi yang optimal, sehingga akan mencegah infeksi, shedding virus AI, dan kematian unggas.

Vaksin avian influenza kombinasi HPAI dan LPAI merupakan vaksin yang mengandung dua virus AI  isolate lokal subtype H5N1 (HPAI) dan H9N2 (LPAI). Kandungan dan komposisi antigen dalam vaksin yang menggunakan dua subtype isolat lokal ini dapat memberikan kekebalan dan proteksi yang optimal, sehingga akan mencegah infeksi dan shedding virus AI, kematian unggas, serta mencegah terjadinya penurunan produksi

Vaksin Newcastle disease (ND) GTT/11 adalah vaksin yang mempunyai kandungan antigen virus ND genotype VII isolate lokal. Kandungan antigen dalam vaksin ini sangat cocok dengan virus ND yang bersirkulasi di Indonesia, sehingga dapat memberikan kekebalan dan proteksi yang optimal, mencegah infeksi dan kematian unggas. Antibodi yang dihasilkan mampu bertahan selama 14 minggu pasca vaksinasi dengan titer 26

Sementara, untuk mengetahui adanya infeksi avian influenza pada suatu peternakan unggas yang menerapkan  program vaksinasi AI dapat dilakukan dengan deteksi antibodi menggunakan metode differentiation of infected from vaccinated animals (DIVA). Teknik ini telah dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Veteriner dengan menggunakan antigen M2e.

Metode ini dikembangkan dalam bentuk kit ELISA yang mempunyai sensitifitas dan spesifitas yang baik dan hasil ujinya mampu membedakan adanya infeksi AI atau karena hasil vaksinasi.

Teknologi Inovasi Veteriner terkait Kesehatan Unggas Balitbangtan melalui BBLitvet diharapkan dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan kesehatan unggas baik lokal ataupun ras, sehingga dapat meningkatkan populasi dan produksinya yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholders terkait. (Ivoni/Uka)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Penelitian Veteriner