» Info Teknologi » SDG Parijata, Biofarmaka dari Jepara dengan Berbagai Khasiat
10 Des 2019

Tak diragukan lagi, Indonesia merupakan lumbung keanekaragaman hayati, dengan kekayaan sumber daya genetik (SDG) yang sangat penting untuk dilestarikan. Salah satunya adalah Parijata,  jenis tanaman biofarmaka yang mempunyai berbagai khasiat.

Terasa asing di kuping sebagian orang Indonesia, buah Parijata Jepara (Medinilla speciosa Blume) yang berbentuk bulat kecil bergerombol dengan rasa asam manis ini, ternyata banyak diburu orang. Buah yang banyak tumbuh di Pati, Kudus, dan Jepara tersebut dipercaya sebagai buah warisan Sunan Muria yang jika dikonsumsi ibu hamil akan melahirkan bayi yang rupawan.

Terlepas dari mitos (kearifan lokal) tersebut, Parijata yang merupakan tumbuhan epifit ini ternyata buahnya mengandung antioksidan dan betakaroten dalam kadar tinggi sehingga dipercaya memiliki berbagai khasiat. Beberapa khasiat dari buah Parijata ini diantaranya adalah

1. Penambah kesuburan

Berdasarkan penelitian Cochrane Collaboration di Inggris, perempuan dengan antioksidan tinggi akan berpeluang hamil empat kali lebih tinggi dibandingkan wanita lainnya.

2. Menurunkan kolesterol

Karena kandungan antioksidan yang tinggi, buah ini mampu menurunkan resiko penyakit jantung dengan menekan Low Density lipoprotenin (LDL) atau koles terol jahat.

3. Mengatasi diare

Daun Parijata digunakan untuk mengobati diare secara tradisional. Caranya, siapkan daun Parijata segar sebanyak 20 gr. Setelah dicuci bersih, daun tersebut direbus menggunakan 400 ml air sampai mendidih skitar 15 menit. Setelah itu, air rebusan disaring dan didinginkan terlebih dahulu. Obat diare ini dapat diminum dua kali sehari, pagi dan sore hari.

4. Mencegah sariawan

Kandungan vitamin C yang tinggi merupakan obat sariawan yang mujarab. Caranya, cuci buah Parijata segar sebanyak 5 gram, kemudian ditumbuk halus.  Setelah itu dilarutkan pada 100 ml air matang. Larutan ini dapat digunakan untuk berkumur-kumur.

5. Menjaga kandungan ibu hamil

Kandungan kardenolin, saponin, flavionid, dan tannin yang terdapat pada Parijata sangat baik sebagai penambah nutrisi bagi ibu hamil.

6. Tanaman hias

Bentuk dan warna buah (merah muda dan ungu) yang menarik juga menjadikan buah ini dapat digunakan sebagai tanaman hias untuk taman dan pekarangan. Di Eropa, Jepang, dan Amerika, tanaman ini menjadi primadona tanaman hias dengan harga bibit yang relatif mahal.

7. Dapat diolah dalam berbagai bentuk

Selain sebagai tanaman obat dan hias, buah Parigata dapat diolah dengan beragam variasi. Diantaranya sirup, selai, permen, roti, maupun keripik.

Bentuk Tanaman

  • Tinggi tanaman sekitar 170-200 cm, berupa semak/perdu.
  • Diameter batang 9-15 cm, bentuk tajuk perdu, keadaan tajuk rimbun, lebar tajuk 180-200 cm.
  • Bentuk batang persegi, percabangan melengkung ke atas, letak cabang terendah 0 cm.
  • Tekstur kulit batang kasar, berlajur, warna kulit batang grey brown group (199D).

Bentuk Daun:

  • Jorong, tepi daun rata, majemuk, daun tidak memiliki torehan, ujung daun rund=cing/acutus, belahan daun simetris.
  • Warna daun bagian bawah strong yellow green B (144B), warna daun bagian atas strong yellow green A (144A).
  • Permukaan daun bagian atas dan bawah mengkilap/suram, arah daun cembung ke atas.
  • Panjang daun 20,5-23,5 cm, lebar daun 9,5-13,5 cm, nisbah (panjang/lebar) : <3.
  • Warna tangkai daun tidak bertangkai, panjang.

Bentuk Bunga:

  • Warna bunga red purple (N 58 B), merupakan bunga majemuk.
  • Jadwal berbunga 4 kali setahun (Desember, Maret, Juli, September).
  • Lama bunga menjadi buah sekitar 30 hari.
  • Kedudukan bunga diujung daun, jumlah bunga/tandan 22-30 buah, jumlah bunga/dompol 5-14 bunga.
  • Warna kelopak bunga red purple (N58B).
  • Lama mekar bunga kurang lebih 30 hari.
  • Jumlah benangsari 10 buah.
  • Kedudukan benangsari terhadap putik lebih rendah, jumlah putik 1.
  • Warna mahkota red purple group (73 D), warna benangsari deep purple (N81A), warna putik red purple (N58B).
  • Panjang tangkai 9-14 cm.

Bentuk Buah

  • Jumlah buah/tandang 232-420.
  • Warna tagkai red purple (58A).
  • Bentuk buah ulat, ukuran buah (pxl) = (0,8-0,9 cm)x(0,7-0,9 cm).
  • Warna kulit buah muda yellow green moderate (N14A).
  • Warna kulit buah tua purple group (N79A).
  • Warna daging uah strong yellow green A (145A).
  • Aroma buah tidak beraroma.
  • Jumlah biji banyak, warna biji strong greenish yellow A (151A).
  • Panjang sumbu axis pendek, ujung buah sedikit cekung, pangkal buah membulat, bentuk tangkai buah silindris, penampang melintang bulat.
  • Panjang buah/tandan: 14-16 cm, panjang dompol buah 2-3 cm.
  • Ketahanan dalam penyimpanan lebih kurang 10 hari.

Selain di Jawa Tengah, tumbuhan ini secara alami tumbuh di Kalimantan, Malaysia, dan Filipina. Spesies ini hidup di hutan pegunungan dengan iklim teduh dan tanah lembab pada ketinggian 300-750 m (980-2.460 ft) dari permukaan laut.

Sumber:

http://jateng.litbang.pertanian.go.id/index.php/artikel/artikel-info-teknologi/item/573-parijoto-biofarmaka-dari-jepara

https://www.inibaru.id/herbalicious/si-ungu-parijoto-buah-khas-kudus-yang-berkhasiat-1

https://id.wikipedia.org/wiki/Parijata