» Info Teknologi » Atasi Penyakit Embun Tepung pada Rambutan
03 Mar 2020

Rambutan merupakan buah yang banyak tumbuh di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia. Buah dengan ciri khas rambut yang tumbuh di sekeliling kulit tersebut kini sedang memasuki musimnya.

Rasa hanya enak, buah ini juga mengandung sejumlah nutrisi, yakni vitamin C, tinggi serat, zat besi, fosfor, protein, dan mineral. Diketahui, jika Anda mengonsumsi 5-6 buah rambutan, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin C sebesar 50 persen. 

Buah bernama latin Nephelium lappaceum memiliki rasa yang manis dan menyegarkan bila matang sempurna. Di musim rambutan seperti ini, tentu akan dapat dengan mudah menemukannya di pasar hingga supermarket. 

Buah rambutan memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Namun, sejak lima sampai sepuluh tahun terakhir buah rambutan di berbagai daerah terserang berat penyakit embun tepung. Bahkan serangan penyakit embun tepung ini telah mencapai tingkat epidemi.

Bahkan serangan penyakit embun tepung ini telah mencapai tingkat epidemi. Namun demikian, sampai saat ini secara kuantitas belum diketahui secara pasti berapa kerugian akibat serangan penyakit embun tepung ini. Yang jelas, penampilan buahnya setelah matang sangat tidak  menarik karena rambut-rambutnya menjadi pendek dan cenderung gundul.

Penyebab penyakit ini adalah jamur spesies Oidium sp. Karena jamur ini diduga hanya menyerang tanaman rambutan, maka diberi nama O. nephelii nov.sp. Hadiwijaya. Jamur ini merupakan parasit obligat, artinya tidak dapat dibiakkan pada media nutrisi buatan. Jamur O. nephelii nov.sp. Hadiwijaya menghasilkan miselium yang hanya tumbuh pada permukaan jaringan tanaman, tidak pernah menyerang jaringan itu sendiri.

Mereka mendapatkan nutrisi dari tanaman dengan mebentuk haustoria yang masuk ke dalam sel-sel epidermis organ tanaman. Pada permukaan tanaman, miselium menghasilkan konidiofor yang pendek ukurannya. Setiap konidiofor menghasilkan rantai konidia yang berbentuk telur yang mudah disebarkan oleh angin.

Jamur ini terutama menyerang bagian vegetatif dan reproduktif yang masih muda dan aktif tumbuh (tunas, bunga dan buah),  sementara daun dan buah yang sudah tua tidak terserang.

Gejala penyakit pada buah pertama kali ditujukkan dengan adanya butir-butir menyerupai tepung berwarna putih menyelimuti permukaan bunga, buah, tunas, maupun daun-daun muda. Infeksi penyakit awal pada buah akan menyebabkan perkembangan buah menjadi lambat, berubah bentuk, nekrosis dan rambut-rambut buah menjadi memendek. Akibatnya buah yang terserang embun tepung akan berubah warnanya menjadi kecoklatan.

Penyakit embun tepung dapat menyerang tanaman di pembibitan sepanjang tahun. Hal ini disebabkan karena biasanya bibit di pembibitan diberi naungan sehingga kelembaban relatif berkisar 71-81%. Dalam ruangan laboratorium, spora yang matang mampu berkecambah tinggi yaitu 76-100% ketika disimpan selama satu sampai tiga hari dalam wadah kering.

Cara Pengendalian

Untuk saat ini, jamur embun tepung merupakan salah satu kelompok penyebab penyakit yang paling banyak tersebar dan merusak pertanaman rambutan di seluruh dunia seperti Sri Langka, Thailand, Malaysia, Philipina dan Indonesia. Karena itu Departemen Perdagangan Amerika mawajibkan eksportir yang akan mengekspor buah segar rambutan ke Amerika selain melampirkan sertifikat phytosanitary juga harus menyertakan deklarasi tambahan yang menyata-kan bahwa kiriman telah diperiksa dan bebas dari penyakit embun tepung O. Nephelii.

Beberapa upaya pengendalian penyakit embun tepung dapat dilakukan kultur teknis untuk mengurangi kelembaban kebun dan pohon. Caranya, potong dan buang cabang-cabang air, cabang-cabang yang sudah tua dan mati, sisa-sisa tangkai buah setelah panen, dan juga membersihkan gulma yang tumbuh di bawah dan sekeliling pohon.

Secara kimiawi dapat dilakukan dengan cara penyemprotan tanaman pada saat bunga mekar maupun pada saat terjadinya petunasan daun dengan fungisida yang mengandung senyawa sulfur (kontak) atau chlorothalonil (kontak) atau Hexaconazole (sistemik). Namun harus dipertimbangkan antara biaya penyemprotan fungisida dengan hasil jual buah rambutan yang akan diperoleh serta dampak negatifnya terhadap kesehatan dan lingkungan. (Ind)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika