» Info Teknologi » Varietas Unggul Baru Padi dengan Mutu Beras Khusus
02 Apr 2020

Ketersediaan inovasi teknologi padi sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mensejahterakan rakyat. Benih varietas unggul baru padi menjadi salah satu inovasi teknologi andalan untuk mengungkit produksi beras nasional dan meningkatkan daya saing produk pangan utama ini.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) terus mengembangkan inovasi varietas unggul padi untuk petani Indonesia. Tahun 2019 Balitbangtan melepas beberapa varietas unggul baru, diantaranya padi dengan keunggulan beras khusus. Varietas-varietas tersebut merupakan hasil penelitian yang sangat panjang, dibutuhkan waktu sekitar 5-8 tahun dari saat dilakukan persilangan hingga varietas baru dapat digunakan oleh petani.

Varietas beras khusus dikembangkan untuk meningkatkan nilai kandungan nutrisi pada beras dan untuk meningkatkan nilai ekonominya sehingga lebih berdaya saing. Varietas beras khusus yang baru dilepas adalah Baroma, Pamera, Pamelen, Jeliteng, dan Paketih.

BAROMA (beras tipe Basmati aromatik)

Beras Basmati bermutu tinggi banyak dihasilkan oleh India dan Pakistan. Varietas ini mempunyai aroma yang spesifik sehingga sering disebut queen of fragrance. Ciri spesifik beras ini adalah bentuk berasnya yang ramping dan memanjang bila dimasak. Sampai saat ini, kebutuhan beras tipe Basmati di Indonesia dipenuhi dari impor.

Baroma memiliki nomor seleksi B13727C-MR-2-4-4-7-1, merupakan hasil persilangan B10532E-KN-38-2-LR-B387-3/Pusa Basmati 5. Baroma mempunyai rata-rata hasil GKG 6,01 ton/ha dan potensi hasil 9,18 ton/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Basmati.

Varietas ini juga mempunyai penampilan lebih pendek dibanding Basmati dengan batang tanaman lebih besar. Umur panen varietas Baroma sekitar 113 hari setelah sebar (hss). Amilosa varietas ini 25,55% dengan tekstur nasi pera dan pemanjangan nasi setelah proses pemasakan sebesar 1,5 kali.

Ketahanan varietas ini terhadap hama dan penyakit lebih baik jika dibandingkan dengan Basmati. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, tahan HDB kelompok IV dan VIII dan tahan blas ras 173. Varietas ini cocok untuk dibudidayakan pada lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 m dpl. Dengan dihasilkannya varietas Baroma diharapkan dapat mengurangi impor terhadap beras tipe Basmati dan dapat meningkatkan ekspor beras tipe Basmati ke pasar Internasional.

PAMERA (beras merah aromatik)

Permintaan konsumen terhadap beras khusus seperti beras aromatik, beras merah dan beras hitam meningkat walaupun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis beras lainnya. Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pangan di masyarakat, mengakibatkan timbulnya penyakit degeneratif. Padi dengan sifat-sifat khusus merupakan bahan pangan utama yang berasnya mengandung satu atau lebih komponen pembentuk yang mempunyai fungsi fisiologis tertentu dan bermanfaat bagi kesehatan, sehingga padi dapat disebut sebagai padi fungsional.

Saat ini, permintaan terhadap varietas beras merah yang bermutu beras baik cukup meningkat di masyarakat karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam berasnya. Pigmen dalam beras dapat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung anti-oksidan atau anti inflamasi. Balitbangtan melepas beras merah aromatik yang diberi nama Pamera dengan nomor seleksi B13840E-MR-39-2-3-1, dan merupakan hasil persilangan Pusa Basmati 4 / HB118 (PN III)// Pusa Basmati 4 / Pandan Wangi Cianjur///Bahbutong.

Pamera mempunyai rata-rata hasil GKG 6,43 ton/ha dan potensi hasil 11,33 ton/ha. Umur panen varietas ini 113 hari setelah sebar (hss). Varietas ini mempunyai tekstur nasi sedang dengan amilosa 21,1%. Total fenolik varietas ini mencapai 5384,1 ± 345,8 mg GAE*/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1,2 dan 3, tahan HDB kelompok III dan VIII, dan tahan blas ras 033 dan 173.

PAMELEN (beras merah pulen)

Sebagian besar beras merah yang ada di pasar memiliki tekstur nasi yang pera. Berbeda dengan beras putih pada umumnya, pada saat proses penggilingan beras merah biasanya bagian kulit ari beras tidak dihilangkan sehingga menyebabkan tekstur nasi beras merah menjadi lebih keras.  Varietas Pamelen merupakan varietas unggul padi merah baru yang tekstur nasinya pulen.

Pamelen berasal dari nomor seleksi B12344-3D-PN-37-6, merupakan hasil persilangan IR64*2/O. rofipogon. Varietas ini mempunyai rata-rata hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, umur panen varietas ini 112 hari setelah sebar (HSS). Varietas ini mempunyai tekstur nasi pulen dengan amilosa 18,6%. Kandungan total fenolik mencapai 6929,8 ± 482,3 mg GAE*/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro.

JELITENG (beras hitam)

Sama halnya dengan beras merah, permintaan pasar terhadap beras hitam saat ini semakin meningkat karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam berasnya. Pigmen dalam beras dapat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung anti-oksidan atau anti inflamasi. Permintaan yang besar tersebut selama ini terkendala oleh produktivitas padi beras hitam yang ada di petani umumnya rendah karena belum ada varietas unggul beras hitam yang tersedia.

Jeliteng, merupakan varietas unggul beras hitam pertama di Indonesia. Jenis ini berasal dari nomor seleksi B13486D-4-1-PN-2-MR-3-3-3, merupakan hasil persilangan Ketan Hitam/Pandan Wangi Cianjur. Varietas ini mempunyai rata-rata hasil GKG 6,18 ton/ha dan potensi hasil 9,87 ton/ha.

Umur panen varietas ini sekitar 113 hari setelah sebar (HSS), mempunyai tekstur nasi yang pulen dengan kandungan amilosa 19,6%. Kandungan fenolik dalam varietas ini sangat tinggi yaitu mencapai 7104,3 ± 417,9 mg GAE*/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, tahan HDB kelompok IV dan tahan blas ras 033 dan 073.

PAKETIH (padi ketan putih)

Beras ketan merupakan jenis beras dengan kandungan amilosa sangat rendah (kurang dari 5%). Tipe beras ini pada umumnya digunakan pada industri makanan tradisional dan camilan, seperti dodol, tape, dan aneka kudapan lainnya. Saat ini, pilihan petani dan konsumen terhadap varietas beras ketan, khususnya ketan putih, masih sangat terbatas.

Varietas yang berkembang di pasaran antara lain Lusi, Ciasem dan ketan Grendel. Satu varietas ketan putih yang diberi nama Paketih. Paketih berasal dari nomor seleksi B13486D-4-1-PN-2-MR-3-1-11, merupakan hasil persilangan Ketan Hitam/Pandan Wangi Cianjur. Varietas ini mempunyai rata-rata hasil 6,32 ton/ha dan potensi hasil 9,46 ton/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan varietas ketan Ciasem.

Paketih mempunyai karakter malai yang lebih baik dibandingkan dengan Ciasem. Kandungan amilosa varietas ketan putih ini cukup rendah yaitu 4,4%, sehingga kualitas ketannya baik. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, dan tahan blas ras 073 dan 173. (Shr/Tds)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi