» Info Teknologi » Tingkatkan Imun Dengan Konsumsi Black Garlic
03 Apr 2020

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat banyak memburu multivitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Namun, sebagian besar lebih memilih mengkonsumsi multivitamin yang terbuat dari bahan alami dibandingkan dengan multivitamin yang terbuat dari bahan kimia. Banyak yang beranggapan bahwa obat atau multivitamin herbal tidak menimbulkan efek samping yang negatif bagi kesehatan.

Salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat adalah bawang putih. Bawang putih memiliki kandungan senyawa organosulfur dan enzim bioaktif yang bermanfaat sebagai anti bakteri, anti hiperlipidemia, anti tumor dan immune regulatory.

Walaupun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun konsumsi bawang putih mentah masih terbatas. Bawang putih memiliki aroma dan rasa yang menyengat karena mengandung senyawa organosulfur, sehingga membuat beberapa kalangan tidak nyaman untuk mengkonsumsinya. Pada beberapa tahun terakhir, terdapat berbagai metode pengolahan bawang putih, seperti fermentasi dan pemanasan dalam waktu lama.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) mengolah bawang putih menjadi Black Garlic. Black garlic (bawang hitam) merupakan salah satu produk olahan bawang putih yang diperoleh dari proses pemanasan bawang putih segar pada suhu tinggi dengan kelembaban yang terkontrol selama 12-15 hari tanpa bahan tambahan lain.

Black garlic dapat diproduksi dari bawang putih tunggal maupun bawang putih biasa (bonggol). Bawang putih tunggal memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan bawang putih biasa, dan kandungan senyawanya 5-6 kali lebih tinggi dibandingkan bawang putih biasa sehingga bawang putih tunggal lebih sering digunakan sebagai obat herbal. Pemanasan secara terus menerus dapat menghilangkan bau yang menyengat, memberikan cita rasa manis, mengubah tekstur bawang putih menjadi kenyal seperti jelly dan meningkatkan kandungan antioksidanya.

Peneliti Balitbangtan, Kirana Sangrami mengatakan kualitas bahan baku utama adalah kunci pengolahan black garlic. “Pada proses pengolahan black garlic, yang perlu diperhatikan adalah bahan awal dari black garlic itu sendiri yaitu bawang putih yang digunakan harus bersih dari kotoran dan tidak mengalami kerusakan serta kecacatan (busuk atau berjamur),” ujar Kirana.

Proses pembuatannya yaitu bahan baku bawang putih yang sudah bersih dari kotoran kulit luarnya dipanaskan dalam magic com selama 12-15 hari. Setalah pemanasan, black garlic didinginkan terlebih dahulu kemudian dikemas dalam kemasan alumunium foil atau kemasan lain yang aman untuk mempertahankan kadar airnya.

Selama proses, bawang putih akan berubah menjadi bawang hitam karena adanya reaksi Mailard dan reaksi pencoklatan.  Reaksi Maillard menyebabkan black garlic memiliki rasa yang lebih manis dan tidak memiliki bau menyengat seperti bawang putih. Black garlic juga memiliki kapasitas antioksidan dan kemampuan menangkal radikal bebas lebih tinggi dari bawang putih.

Sejumlah besar penelitian telah menunjukkan bahwa black garlic memiliki beberapa manfaat kesehatan. Black garlic menunjukkan sifat antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan bawang putih mentah. Kandungan S-alil-L-sistein dalam black garlic mencapai lima kali lipat lebih tinggi dari pada bawang putih mentah. Aktivitas superoksida dismutase (SOD) 13 kali lipat dibandingkan bawang putih segar, scavenging activity melawan hidrogen peroksida lebih dari 10 kali lipat dibandingkan bawang putih segar, kandungan antioksidan 6-10 kali lipat dibandingkan bawang putih segar. Kandungan senyawa fenolik 4-10 kali lipat dibandingkan bawang putih segar.

Black garlic memiliki beberapa khasiat, diantaranya membantu meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh sehingga tidak gampang sakit, membantu mengobati  dan mencegah nyeri sendi terutama nyeri di lutut ketika hendak berdiri. Kemudian, membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol (terutama kolesterol total, trigliserida dan LDL), serta kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Bawang hitam juga membantu mencegah sakit jantung juga berkembangnya sel kanker, membantu mengurangi nyeri dan menurunkan kadar asam urat, dan membantu mengencerkan darah bagi yang memiliki indikasi darah kental. Khasiat ini terkait dengan kandungan senyawa antioksidan dan komponen organosulfur pada bawang hitam. (Ega)
Informasi lebih lanjut: Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian