» Info Teknologi » Monitoring Panen Berbasis Virtual
17 Apr 2020

Salah satu dukungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk kinerja Kementan adalah sistem informasi standing crop. Sistem ini menyajikan gambaran real time fase pertumbuhan di lapangan yang diterjemahkan melalui data satelit. Saat ini terdapat data satelit Sentinel-2 dengan resolusi 10 meter X 10 meter dengan frekuensi 5-harian.

Data citra tersebut sangat potensial diterjemahkan menjadi informasi standing crop dengan resolusi lebih tinggi, hingga level desa di seluruh Indonesia. Kali ini panen dalam menjaga kesediaan pangan yang berada di desa Wotan Kec. Sukolilo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah dengan luasan 2.057 ha yang telah menguning/pematangan sekitar 1.351 ha, pada Rabu (1/4/2020) lalu.

Dengan menggunakan Drone secara live streaming melalui Vicon maka terlihat hamparan luasan sawah di desa wotan yang siap panen. Meski bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH), pendampingan panen di dua demplot Panca Kelola Ramli di Desa Wotan, Sukolilo yang dikelola oleh petani kooperatif di daerah tersebut tetap dapat dilakukan.

Teknologi Balitbangtan Panca Kelola RAMLI di antaranya penggunaan varietas unggul, aplikasi biokompos, aplikasi biopestisida, aplikasi urea berlapis biochar dan pengaturan air serta penanaman dengan sistem tanam jajar legowo 2:1.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjry Djufry mengatakan Kementerian Pertanian harus tetap bekerja karena 267 juta penduduk Indonesia membutuhkan pangan meskipun dalam kondisi pandemi covid 19.

“Mari kita support sepenuhnya Kementan untuk tetap menyediakan pangan. Itu arahan langsung Pak Menteri,” ujar Fadjry dalam pertemuan melalui video conference dengan satuan kerja lingkup Balitbangtan beberapa waktu lalu. (Lik/Tds)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Lingkungan Pertanian