» Info Teknologi » Potensi Pengembangan Salak Sari Intan dari Bintan
23 Apr 2020

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memiliki koleksi aneka buah lokal, salah satunya adalah salak. Sari Intan adalah varietas unggul salak hasil inovasi Balitbangtan yang berasal dari dan dirilis di Kabupaten Bintan. Ada tiga varietas ini yaitu Sari Intan 48, Sari Intan 295, dan Sari Intan 541.

Sari Intan 48 rilis tahun 2009 memiliki rasa sangat manis, tidak ada rasa sepat, bobot per buah 55,8 – 63,4 gram, tebal daging 0,5 – 1,8 cm dengan tekstur agak lunak, dan beraroma harum. Salak ini mengandung gula 19,0 – 20,8 °briks dan kadar asam 0,62 – 0,82%.

Sari Intan 541 yang juga rilis tahun 2009 mengandung kadar gula 19,0 – 20,0 °briks dan keasaman 0,34 – 1,25%. Kemudian memiliki ketebalan daging 0,4 – 1,8 cm dengan bobot buah 48,4 – 100gram dan bertekstur renyah. Salak ini mempunyai rasa sangat manis dan tidak ada rasa sepat serta harum.

Sari Intan 295 rilis tahun 2010 memiliki ketebalan daging 0,3 – 1,8 cm dengan tekstur daging agak renyah, bobot per buah 42 – 60 gram, dan harum. Salak ini berkadar gula 19,0 – 21,0 °briks dan asam 0,51 – 1,23% dengan rasa sangat manis dan tidak ada rasa sepat.

Balitbangtan bersama pemerintah daerah Bintan telah berkolaborasi dalam perbanyakan benih dan pohon induk salak Sari Intan tersebut sejak dirilisnya salak tahun 2009. Beberapa terobosan dilakukan antara lain sosialisasi, promosi, pendaftaran pohon induk, percepatan produksi benih, bantuan benih pada petani, pendampingan budidaya dan menginisiasi penangkar benih.

Peneliti Balitbangtan Sri Hadiati dan kawan-kawan menjelaskan bahwa pulau Bintan memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang menjanjikan karena merupakan kawasan perbatasan. Pengembangan salak Sari Intan di Bintan bertujuan antara lain agar varietas ini bisa berkembang di masyarakat dalam skala luas dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, pada tahun 2015 inisiasi pengembangan salak Sari Intan di Bintan dimulai dengan penanaman 200 rumpun di Kecamatan Teluk Sebung dan Kecamatan Toapaya. Hingga 2020 pengembangan salak Sari Intan masih terus berlanjut dengan total jumlah tanaman sebanyak 4.410 rumpun.

Selain itu, telah terbentuk dua penangkar benih salak yang berlokasi di Kecamatan Bintan Timur dan Kecamatan Toapaya. Salak ini juga telah ditanam di beberapa kebun percobaan (KP) miliki Balitbangtan seperti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), KP Subang (48 rumpun), serta KP Aripan dan KP Sumani (200 rumpun). Sebagian dari tanaman salak tersebut digunakan sebagai benih sumber dan telah diresgistrasi.

Tidak hanya penanaman di berbagai lokasi, pendampingan penerapan teknologi budidaya salak juga terus dilakukan. Salah satu tujuan pendampingan tersebut yaitu meningkatkan keterampilan, keahlian dan pengetahuan petani. Pelatihan budidaya dan produksi benih salak telah dilakukan oleh Balitbu, BPTP Kepulauan Riau bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bintan yang diikuti oleh petani, penyuluh dan peneliti. Selain itu juga dilakukan pendampingan budidaya salak oleh peneliti secara langsung ke kebun-kebun petani kooperator. (Tds)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika