» Info Teknologi » Mesin Injeksi Nutrien Tingkatkan Produksi Unggas
05 Mei 2020

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) bersama Balai Penelitian Ternak (Balitnak) - Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) menghasilkan inovasi baru untuk perbaikan bibit unggas melalui injeksi nutrien telur tetas ostomates atau In Ovo Feeding (IOF) menggunakan mesin secara otomatis.

Mesin tersebut mampu menyuntikkan nutrien berupa cairan ke dalam amnion embrio yang menyebabkan embrio tersebut secara alami mengkonsumsi nutrien secara oral sebelum menetas. Pemberian suplemen berupa nutrien pada masa kritis pertumbuhan embrio dengan cara teknologi IOF dapat meningkatkan kualitas nutrien embrio.

Suplemen tersebut dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, meniadakan pertumbuhan tulang yang menyimpang, meningkatkan pertumbuhan otot terutama otot dada dan peningkatan respon imun terhadap antigen pencernaan. Selain itu, menurunkan mortalitas dan morbiditas pasca penetasan, sehingga dapat menekan biaya produksi per kilogram ayam pedaging.

Kelebihan dari mesin ini adalah injeksi akan lebih cepat karena selama ini masih manual. Dengan mesin ini pemberian nutrisi dan masuknya jarum ke dalam telur saat injeksi lebih tepat ukurannya dan seragam.

Mesin ini juga bisa diatur kecepatannya saat melakukan injeksi, selain itu kedalaman injeksi dan banyaknya nutrisi yang akan dimasukkan juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Jadi mesin IOF ini bisa digunakan untuk injeksi telur unggas berbagai ukuran, karena sangat fleksibel dan mudah disesuaikan.

Selain cepat mesin ini juga murah dibandingkan mesin impor. Mesin ini dibuat dari bahan food grade terutama pipa sebagai pneumatik silinder yang sekaligus untuk saluran nutrisi. Terbuat dari bahan stainles steel food grade sehingga terjaga sterilitasnya. Gerakan injeksi dilakukan melalui pemompaan, yang kecepatannya bisa diatur sesuai kebutuhan.

Mesin Injeksi Nutrien ini bisa mendukung pembibitan telur lebih cepat lagi. Walaupun mesinnya kecil, tapi kapasitasnya besar dan penggunaan listriknya juga hemat.

Bila satu buah tray yang berisi 30 telor dapat diinjeksikan nutrisi dengan mesin IOF selama 20-30 detik setiap tray yang berisi 30 butir telor, maka kapasitas mesin ini berkisar antara 3600 sampai 5400 butir telor per jam. Jadi mesin ini bisa menghemat waktu, biaya, dan tenaga serta bisa menghasilkan DOC yang sehat dan berkualitas. (SU/TS)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian