» Info Teknologi » Upaya Balitbangtan Lestarikan SDG Durian Lokal di Karimun dan Bintan
28 Mei 2020

Durian merupakan buah yang mempunyai nilai ekonomi yang menjanjikan dan digemari hampir semual lapisan masyarakat dari berbagai kalangan usia. Ketersediaan durian cukup melimpah karena Indonesia dikaruniai plasma nutfah yang sangat kaya dan beragam.

Salah satu sumber daya genetik (SDG) durian lokal dari Kepulauan Riau (Kepri) yang telah dikenal masyarakat luas adalah Durian Daun. Namun demikian, ternyata masih banyak SDG durian lokal Provinsi Kepri yang berum terdaftar dan dilestarikan secara optimal. 

Salah satu kemungkinan buruk dari kondisi tersebut adalah adanya sebagian plasma nutfah yang terancam punah akibat kegiatan penebangan pohon durian. Penebangan tersebut  diantaranya akibat konversi lahan untuk perumahan, perkebunan kelapa sawit, infrastruktur, dan lain-lain.

Kabupaten Karimun dan Bintan terpilih sebagai lokasi identifikasi dan karakterisasi sentra tanaman durian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Provinsi Kepri menetapkan dua kabupaten tersebut dengan metode purposive sampling karena wilayah tersebut merupakan sentra tanaman durian di Provinsi Kepri. 

Upaya pelestarian SDG tersebut sudah dilakukan BPTP Balitbangtan Kepri sejak tahun 2016. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi dan melestarikan keberadaan SDG di Kepulauan Riau, karena provinsi ini memiliki beberapa plasma nutfah durian yang telah dikenal wisatawan dari Malaysia dan Singapura. Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan dalam proses perbaikan atau pemuliaan varietas durian di masa depan.

Menurut peneliti dari BPTP Balitbangtan Kepri, pengamatan yang dilakukan dalam rangka karakterisasi, inventarisasi, dan dokumentasi tersebut dilakukan pada berbagai parameter. Diantaranya meliputi warna kulit buah, bentuk buah, warna daging buah, bobot total, berat daging buah, tekstur daging buah, ukuran biji, panjang tangkai dan duri buah, tebal kulit, serta uji organoleptik untuk menilai dari sisi rasa dan aroma.

Hasil karakterisasi beberapa durian lokal Bintan yang sudah didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) adalah Durian Susu, Durian Tembaga, Durian Kuning, dan Durian Daun. Sedangkan dari Kabupaten Karimun ada Durian Kucing Tidur, Durian Maspound, Durian XO, dan Durian D24.

Selain berbagai upaya diatas, yang jauh lebih penting adalah pemanfaatan dan pengembangan SDG lokal secara ekonomi untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari delapan varietas tersebut, Durian Maspound dianggap paling berpotensi, dengan ketebalan kulit sedang, rasa manis, tekstur daging buah lembut, warna daging buah kuning emas, ukuran buah sedang, serta jumlah buah per pohon cukup banyak. (Epa)

Sumber: BPTP Balitbangtan Kepri