» Info Teknologi » Silase Kulit Buah Kakao, Pakan Alternatif Pengganti Rumput
17 Jun 2020

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah kakao sehingga ketersediaan kulit buah kakao (KBK) juga berlimpah. Proporsi KBK mencapai 72% sedangkan bijinya hanya 28%. Penanganan KBK dengan baik dapat meningkatkan sanitasi lingkungan perkebunan kakao

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Ternak (Balitnak) melakukan penelitian terhadap potensi KBK sebagai pakan alternatif pengganti rumput. Pemanfaatan KBK sebagai pakan bisa diberikan secara segar maupun diolah terlebih dahulu.

KBK dengan kandungan protein sebesar 6-9% berpotensi menggantikan pakan rumput. Namun tingginya kandungan air dari KBK (>80%) menyebabkan daya simpan KBK segar tidak lebih dari tiga hari.

Pengolahan yang tepat dapat memperpanjang daya simpan KBK. Metode pengolahan yang sederhana sebagai silase dengan pemanfaatan bahan yang tersedia di lokasi mampu menjadi solusi berlimpahnya KBK sehingga dapat dijadikan sebagai pakan cadangan

Dalam keadaan segar KBK mengandung nilai nutrisi bahan kering 25,15 % serat kasar 14,26 % dan energi kasar 4,429 %. Sementara itu, setelah diolah menjadi silase kandungan nilai nutrisinya meningkat menjadi bahan kering 45,43 %, serat kasar 19,80 %, dan energi kasar 4,125 %

Pakan KBK yang dibuat silase memiliki kelebihan antara lain dapat langsung diberikan, lebih palatable(disukai ternak), umur simpan silase KBK dalam kondisi anaerob mencapai empat bulan, tidak memerlukan proses pengeringan sehingga hemat waktu dan tenaga dan mudah diaplikasikan dilapang baik oleh peternak kecil maupun besar.

Silase KBK dapat digunakan sebagai pakan basal hingga 50% dalam ransum ruminansia (kambing, domba, sapi) atau mampu menggantikan hijauan rumput higga 100% dengan tetap diberi pakan penguat. Silase KBK selama dalam kondisi anaerob dapat dijadikan sebagai stok pakan. Silase KBK dapat diberikan kepada ternak sebagai pakan pengganti rumput segar dan  dapat diberikan bersama konsentrat atau legum.

Dalam proses pembuatan silase, KBK segar dicacah dengan ukuran 1-2 cm secara manual atau menggunakan mesin. Kemudian tambahkan sumber karbohidrat (dedak padi, tepung jagung, onggok dll) sebanyak 5-10% dari bobot segar KBK. Sumber karbohidrat dan KBK cacah dicampur merata. Kemudian disimpan didalam kantong plastik pada keadaan hampa udara (anaerob) selama 21 hari.

Dari pengamatan yang dilakukan pada kambing yang diberi perlakuan dengan konsumsi ransum 500-700 gram /ekor/hari dapat meningkatkan bobot badan menjadi 57-80 gram/ekor/hari. (Ivn)

Informasi lebih lanjut: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan