» Info Teknologi » Varisha Agrihorti, Produk Krisan Pot Terbaru Balitbangtan
03 Jul 2020

Krisan merupakan salah satu komoditas prioritas yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Aneka varietas krisan telah dihasilkan dengan masing-masing keunggulannya dan sebagian besar telah di diseminasikan ke berbagai wilayah di Indonesia melalui kolaborasi antar lingkup Balitbangtan dan kerjasama dengan Dinas Pertanian selaku pelaksana teknis di daerah.

Selain krisan potong, Balitbangtan juga mengembangkan krisan jenis pot yang saat ini tengah digandrungi kalangan pecinta tanaman hias. Berbagai tipe dan karakter juga warna bunga telah menarik perhatian masyarakat untuk jenis krisan pot ini.

Pada 2019 lalu Balitbangtan melepas dua varietas krisan pot yakni Cyra Agrihorti dan Varisha Agrihorti. Keunggulan yang dimiliki keduanya antara lain adanya perpaduan warna kuntum bunga yang kontras antara warna bunga pita ungu tua dengan warna piringan bunga kuning. Selain itu, dapat dibudidayakan tanpa zat penghambat tumbuh/alar sebagaimana krisan pot pada umumnya.

Menurut penuturan Kurnia Yuniarto, Peneliti sekaligus Pemulia krisan Balitbangtan, Varisha Agrihorti memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda berwarna bunga pita ungu tua dan warna piringan bunga kuning. Pada umur 39-43 hari setelah tanam, tanaman ini berpotensi menghasikan 6-18 kuntum per tanaman.

Ditambahkan Kurnia, dengan batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk lonjong menjari serta lekukan dalam dan gerigi sedang disertai tinggi tanaman mencapai 19 - 23,5 cm, Varisha Agrihorti sangat cocok dijadikan penghias ruangan atau meja kerja.

Krisan Varisha Agrihorti merupakan turunan essensial dari varietas Asyley dan Bonny, varietas ini mempunyai periode kesegaran bunga dalam ruangan (vase life) 17-20 hari dan beradaptasi baik untuk dikembangkan secara komersial di daerah dengan ketinggian lokasi 700-1.200 meter dari permukaan laut.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Dr. Rudy Soehendi dalam wawancaranya beberapa waktu lalu mengatakan kebutuhan krisan di Indonesia masih tergolong tinggi, selain bunga potong saat ini Balitbangtan juga telah menghasilkan beberapa varietas krisan bunga pot.

"Dengan hadirnya varietas unggul baru krisan pot ini diharapkan gairah pelaku usaha tani tanaman hias di Indonesia dapat kembali bangkit sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Rudy.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry dalam pesan tertulisnya menyampaikan tanaman hias merupakan komoditas yang memiliki potensi sangat besar. "Khusus krisan saja, saat ini jenis krisan yang beredar di Indonesia 35 persennya adalah varietas yang dihasilkan oleh Balitbangtan," tuturnya.

“Untuk itu diharapkan semua produk Balitbangtan bisa termanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengguna lainnya secara cepat dan tepat sasaran," pesan Fadjry. (Irm/Tds)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Hias