» Info Teknologi » Biobestari Agritan, Padi Gogo dengan Produktivitas Diatas Rata-rata
13 Jul 2020

Tahun ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melepas sejumlah varietas unggul baru, salah satunya Biobestari Agritan. Biobestari merupakan padi gogo yang memiliki produktivitas rata-rata 5,8 ton/ha dan potensi hasil sekitar 7,5 ton/hektar.

Menurut peneliti Balitbangtan, Dr. Iswari S Dewi, produktivitas padi Biobestari cukup baik mengingat produktivitas nasional padi gogo saat ini hanya sekitar 4 ton/hektar.

Selain produktivitas dan potensi hasil yang tinggi, VUB ini juga memiliki kelebihan ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB), tahan penyakit blas, toleran terhadap keracunan alumunium serta toleran kekeringan.

Lebih lanjut Iswari menjelaskan, luas areal pertanaman padi gogo tidak banyak berubah dari tahun ke tahun yakni sekitar satu juta hektar, padahal potensi areal pertanaman untuk padi gogo mencapai lebih dari dua juta hektar. Untuk itu ia berharap padi Biobestari ini dapat memberi dampak positif terhadap pemanfaatan lahan-lahan marjinal di Indonesia.

“Sebelum pandemi Covid-19 lalu sudah mulai dikembangkan di Indramayu. Selanjutnya akan kita kembangkan di daerah dengan kesesuaian lahan dan agroklimat untuk tanaman pangan semusim, serta mempunyai potensi pasar untuk dibina menjadi sentra daerah dan sentra unggulan,” jelas Iswari di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) pada Senin (13/7/2020).

Daerah yang dimaksud adalah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantn Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua.

“Agar produktivitasnya maksimal, nanti kita lengkapi juga dengan paket teknologi lain seperti sistem tanam larikan/largo,” pungkasnya. (AB)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian