» Info Teknologi » Teknologi RAISA di Food Estate Kalteng
23 Okt 2020

Kawasan pengembangan food estate di Kalimantan Tengah, tepatnya di dua kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau mayoritas lahan sawahnya adalah lahan rawa. Di lahan tersebut kandungan unsur mikronya seperti kandungan besi (Fe) dan Natrium (Na) sangat tinggi, sehingga untuk meningkatkan produksi padi perlu teknologi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memiliki inovasi teknologi yang siap diterapkan di kawasan tersebut untuk meningkatkan produksi padi. Namanya teknologi budidaya padi sawah pasang surut intensif, super dan aktual atau yang dikenal dengan teknologi budi daya padi RAISA. Teknologi RAISA ini diharapkan dapat meningkatkan hasil dan meningkatkan indeks pertanaman dari satu menjadi 2 atau 3 kali dalam satu tahun.

Dalam kesempatan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Desa Belanti Siam, Kamis (8/10/2020), Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyampaikan bahwa kondisi existing sebelumnya di kawasan food estate ini, produktivitasnya masih di bawah produktivitas nasional yaitu hanya 2-4 t/ha.

“Balitbangtan mengaplikasikan teknologi RAISA di kawasan food estate ini, dapat meningkatkan produkvitas padi menjadi 5-6 t/ha,” ujar Fadjry.

Lebih lanjut Fadjry menyampaikan bahwa RAISA sudah diuji di lahan pasang surut diantaranya di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. “Sebelum diaplikasikan di kawasan food estate ini, teknologi RAISA berhasil dikembangkan di beberapa sentra padi yang lahannya sama-sama lahan rawa pasang surut, hasilnya dapat meningkatkan produksi 13-20%,” ucapnya.

RAISA merupakan teknologi yang dirancang khusus untuk budi daya padi di lahan rawa dengan mengadopsi beberapa teknologi pengelolaan lahan rawa yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan. Teknologi yang dirilis tahun 2018 ini telah diuji melalui demo farm (demfarm) di beberapa lokasi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan dan berhasil meningkatkan produktivitas padi lahan rawa pasang surut.

Paket teknologi RAISA meliputi penggunaan varietas unggul baru spesifik lahan rawa, pengelolaan air, pemanfaatan pembenah tanah, pemupukan spesifik berdasarkan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta mekanisasi pertanian.

Selain penggunaan varietas spesifik, kunci keberhasilan lain yang mendukung adalah pengelolaan lahan, air dan hara yang tepat. Pemberian kapur pertanian dan pembenah tanah memegang peranan penting karena mampu memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan varietas padi. (Uje/Shr)

Berita terkait:

Presiden Jokowi Apresiasi Teknologi Kementan di Food Estate Kalteng

Optimalkan Lahan Rawa Pasang Surut dengan Teknologi RAISA

Informasi lebih lanjut: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan