» Info Teknologi » Fruit Leather, Cara Lain Nikmati Mangga
27 Nov 2020

Jika selama ini mangga hanya dikonsumsi segar, ternyata ada cara baru yang bisa ditiru UMKM sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan, mangga diolah menjadi fruit leather.

“Fruit leather digolongkan sebagai snack yang ideal untuk memenuhi permintaan konsumen akan kandungan vitamin dan serat yang tinggi serta dapat dikonsumsi berbagai kalangan usia,” ujar Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Dr. Prayudi Syamsuri.

Prayudi mengatakan fruit leather cukup booming di luar negeri dan dapat dijadikan pengganti kebutuhan harian buah. Di luar negeri seperti Amerika dan Eropa Barat, fruit leather sudah dikenal dan berkembang sejak puluhan dekade. Bahkan di Filipina, fruit leather mangga sudah menjadi oleh-oleh wajib dari negara tersebut. 

Fruit leather ini dapat dibuat dari berbagai macam buah-buahan atau sayuran segar dalam bentuk tunggal atau campuran, salah satunya buah mangga yang dengan mudah ditemui di Indonesia.

Fruit Leather merupakan produk olahan buah semi basah/ kering berbentuk lembaran tipis yang mempunyai konsistensi khas," ungkap Peneliti Balitbangtan Ermi Sukasih.

Selain kaya nutrisi, Ermi menjelaskan bahwa fruit leather juga mampu bertahan dan tidak menunjukan perubahan warna, bentuk dan rasa selama tiga bulan penyimpanan sehingga dapat dikatakan masa simpan manga menjadi lebih lama daripada manga segar.

Pembuatan fruit leather mangga, sangat potensial untuk meningkatkan nilai tambah karena komoditas hortikultura seperti buah mangga merupakan tanaman musiman. Saat panen raya, buah mangga melimpah dan harga turun drastis. Selain itu, umur simpan manga setelah panen sangat singkat.

Ermi mengatakan, “Pengolahan mangga dengan mengurangi kandungan air sekitar 10-17 persen bisa memperpanjang waktu simpan setelah panen tanpa mengurangi kandungan serat dan nutrisi yang terkandung.”

Fruit leather bisa berasal dari puree buah atau dengan tambahan bahan penunjang seperti gula, asam sitrat, mentega, perisa/pasta, pewarna, pengawet, serta hidrokoloid (pengental dan sumber serat) bisa dari salah satu jenis bahan seperti agar, nutrigel, CMC, karaginan, gum, pektin dan lain-lain.

Pembuatan fruit leather sendiri bisa dilakukan untuk skala UMKM, karena hanya membutuhkan alat rumah tangga seperti blender, alat masak anti lengket dan pengering tipe lorong untuk mengeringkan adonan.

"Penggunaan pengawet harus sesuai aturan dan pengemasan bisa menggunakan kemasan vakum, Modified Atmosphere Packaging (MAP) dan penambahan silika gel. Produk yang sudah dikemas juga harus disimpan dengan cara yang benar agar memiliki daya simpan sekitar satu tahun dan dapat disimpan pada suhu ruang," pungkas Ermi. (EGA)

Infomasi lebih lanjut: Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian