» Info Teknologi » Pengendalian Hama Bubuk pada Benih Jagung dengan Lada Hitam
23 Des 2020

Proses penyimpanan yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga mutu bahan yang disimpan. Selama proses penyimpanan, biji akan mengalami perubahan kualitas dan kuantitas yang dipengaruhi oleh fasilitas penyimpanan serta hama gudang.

Salah satu yang menjadi faktor rusaknya benih jagung selama penyimpanan adalah Kumbang bubuk. Hama ini merupakan hama penting yang sering menjadi perusak biji bijian selama proses penyimpanan.

Serangan hama Kumbang bubuk dampaknya sangat fatal karena menyebabkan biji jagung berlubang, cepat pecah serta hancur menjadi tepung sehingga kualitas biji menjadi menurun. Berbagai macam metode pengendalian hama kumbang bubuk telah dikembangkan, baik secara kimiawi maupun menggunakan bahan nabati.

Salah satunya adalah lada hitam (Piper nigrum) yang merupakan tanaman memiliki sifat insektisida nabati. Lada hitam ini mengandung senyawa aktif antara lain saponin, flavonoida, minyak atsiri, kavisin, piperin, piperline, piperolaine, piperanine, piperonal. Senyawa piperine yang dikandung lada hitam bersifat repellent pada hama kumbang bubuk, karena mengeluarkan aroma dan rasa pedas sehingga dapat mempengaruhi dalam menghasilkan telur dan juga menimbulkan kematian.

Untuk pembuatannya adalah sebagai berikut: gunakan biji lada hitam sebanyak 100 gram kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah biji mengering, selanjutnya biji di blender sampai halus.

Sedangkan untuk metode aplikasinya bisa dengan ditaburi pada biji atau dibuat dalam bungkusan dan diletakkan dalam karung biji jagung. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan ekstrak lada hitam dengan konsentrasi 1,45 mg/mL dalam waktu 80 menit dapat mengakibatkan kematian 10 imago hama kumbang bubuk. Penelitian lain menemukan bahwa aplikasi bubuk sebanyak 1 gram per 100 gram biji jagung akan menurunkan tingkat kerusakan biji jagung selama penyimpanan dari 8% menjadi 3%. (Uje)