» Info Teknologi » Ternak Gemuk dengan Pakan Tepat dan Berkualitas
20 Okt 2022

Pakan ternak adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak atau hewan peliharaan. Pakan ternak merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan budidaya di sektor peternakan. Oleh karena itu, pemilihan pakan ternak yang tepat sangat menentukan keberhasilan dalam usaha ternak tersebut.

Pemberian pakan yang tepat dan berkualitas dapat meningkatkan potensi keunggulan genetis pada hewan ruminansia yang dipelihara sehingga dapat meningkatkan hasil produksi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali telah menghasilkan inovasi teknologi berupa Proses Pembuatan Tepung Sampah dan Komposisi Pakan untuk Menggemukkan Ternak Ruminansia.

Keunggulan invensi ini adalah proses membuat tepung sampah untuk bahan pakan dan komposisi pakan untuk menggemukkan hewan ternak ruminansia. Sampah organik yang telah terpisah dari sampah an-organik difermentasi dengan inokulan mikroba probiotik selama 6 – 7 hari, sehingga kandungan proteinnya meningkat dari rata-rata 2,5 – 4,6% jadi 7 – 9% dan akan lebih palatable atau lebih disukai ternak.

Dari tepung sampah yang diperoleh melalui proses pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai penyusun pakan Ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing, dan Domba) yang digemukkan hingga level 55 – 60%, ditambah bahan konsentrat 39,5 – 44,5% dan mineral (0,5%) serta enzhim phitase sebanyak 0,10% dari berat total pakan. Penggunaan pakan komplit sebanyak 2,5- 3% dar bobot hidup sapi.

Bali per hari memberikan pertambahan berat badan 700 – 750 gram /ekor/hari atau lebih tinggi 250 – 300% dibandingkan dengan pertambahan berat sapi yang mendapat pakan tradisional (hanya dengan rumput). Pemanfaatan sampah organik secara optimal diharapkan dapat mendukung upaya penyediaan pakan bermutu sekaligus membantu menanggulangi pencemaran lingkungan terutama dikawasan urban. Invensi ini sudah didaftarkan HKI dan sudah mendapatkan perlindungan HKI dengan nomor paten ID P 0024868 B. (Muh)

Informasi lebih lanjut: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali