» Info Teknologi » Dua Varietas Kedelai Tahan Karat Daun Rakitan Balitbangtan
16 Nov 2022

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup tinggi di Indonesia. Kendati demikian, permintaan terhadap kedelai ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksi komoditas itu sendiri. Pada 2018, tercatat produksi kedelai nasional hanya mencapai sekitar 30% dari total kebutuhan dalam negeri. Setiap tahun produksi kedelai mengalami penurunan 1,82%, sebaliknya kebutuhan konsumsi kedelai justru meningkat sebesar 0,97% setiap tahunnya. Alhasil, untuk mencukupi kebutuhan kedelai tersebut Pemerintah melakukan impor dari berbagai negara.

Upaya peningkatan produktivitas kedelai dalam negeri kerap dilakukan. Akan tetapi, langkah tersebut seringkali dihadapkan pada kendala faktor pembatas yang salah satunya adalah cekaman biotik berupa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada kedelai, serangan penyakit utama disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachirhyzi (penyebab penyakit karat daun) terutama di musim kemarau.

Menanam varietas tahan penyakit merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan penyakit karat daun. Salah satunya varietas tahan karat daun menjadi cara pengendalian yang murah, mudah, dan ramah lingkungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) telah melepas dua varietas kedelai tahan penyakit karat daun dengan nama Lentera-1 sesuai keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 446/HK.540/C/02/2022) dan Ketara-1 sesuai keputusan Pertanian Republik Indonesia Nomor 447/HK.540/C/02/2022) pada Februari 2022.

Varietas Lentera 1 memiliki potensi hasil 3,56 t/ha dengan rata-rata hasil biji 3,08 t/ha. Untuk umur tanaman, varietas ini termasuk kedelai berumur sedang yaitu 82 hari. Karakteristik lainnya, Lentera 1 memiliki ukuran biji besar (14,69 g/100 biji) serta kandungan proteinnya 37,81%. Selain itu, keunggulan lain varietas ini adalah memiliki ketahanan terhadap penyakit karat serta tahan terhadap pecah polong dan agak tahan terhadap hama ulat grayak.

Adapun varietas Ketara-1 yang merupakan VUB kedelai hasil persilangan Grobogan dengan galur G100H bernomor galur Grobogan/G100H-3 memiliki potensi hasil mencapai 3,66 t/ha dengan rata-rata hasil mencapai 3,14 ton/ha. Sedangkan karakter agronomi lainnya adalah berumur sedang (79 hari), berukuran biji besar (17,03 g/100 biji), kandungan proteinnya 36,37%.

Varietas Ketara 1 juga memiliki keunggulan lain yaitu tahan terhadap serangan hama ulat grayak yang merupakan hama utama pada tanaman kedelai. Namun, berbeda dengan Lentera 1, VUB kedelai Ketara 1 ini rentan terhadap pecah polong, sehingga dianjurkan untuk tidak melakukan penundaan panen lebih dari 4 hari setelah polong masak.

Kedua varietas yang telah dilepas ini, baik Lentera-1 dan Ketara-1 memiliki kesamaan yaitu beradaptasi baik pada lahan sawah dan lahan kering. (Uje/Puslitbangtan)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi