Kerjasama » KKP3N

Jenis Kerjasama:KKP3N
Tahun:2013
Judul:DESAIN KONSERVASI PREDATOR DAN PARASITOID UNTUK PENGENDALIAN HAMA PADA PERTANAMAN PADI
Ringkasan:

Perubahan iklim berpengaruh terhadap pertumbuhan padi dan produksinya, serta populasi dan serangan organisme pengganggu tanaman padi. Salah satu yang dapat dilakukan untuk pengendalian hama padi yang efektif, ekonomis, ekologis dan hasilnya dapat berkesinambungan adalah konservasi predator. Dilakukan penelitian dengan perlakuan terditri dari beberapa jenis tanaman yang ditanam di pematang sawah sebagai shelter bagi predator yaitu : (a) pisang + talas, (b) kacang panjang, (c) jagung + kedelai, (d) gulma berbunga, dan (e) tanpa shelter (dibiarkan sesuai kebiasaan petani) sebagai perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai jenis arthropoda predator, baik yang tergolong kelas insekta, maupun kelas arachnida yang tertarik pada tanaman shelter di pematang sawah. Serangga predator didominasi oleh Ordo Coleoptera (Famili Coccinellidae dan Famili Staphylinidae), Ordo Dermaptera (Famili Carchinophoridae), serta Ordo Hymenoptera (Famili Formcidae). Arachnida predator didominasi oleh Ordo Araneae, khususnya laba-laba pemburu (Famili Lycosidae) dan laba-laba pembuat jaring. Kumbang kubah (Famili Coccinellidae) yang ditemukan antara lain Coccinella sp. dan Micraspis sp. Pengamatan populasi hama pada pertanaman padi menggunakan mesin penghisap bertenaga aki dan dikurung dengan kurungan berukuran 1 m X 1 m x 2 m menunjukkan jenis hama padi yang dominan adalah wereng hijau Nephotettix sp., walang sangit Leptocorisa sp., ganjur Orselia oryzae, serta hama putih palsu, Cnaphalocrosis medinalis, dengan populasi rata-rata + 1 ekor/m2. Berdasarkan potensinya dalam menurunkan produksi padi, maka populasi empat jenis hama tersebut tergolong tinggi. Berturut-turut populasi hama tertinggi per petak percobaan (160 m2) terdapat sawah dengan shelter : kontrol (1.169 ekor), rumput berbunga (904 ekor), kacang panjang (902 ekor), pisang dan talas (851 ekor), dan terendah pada sawah ber-shelter jagung dan kedelai (845). Populasi predator tertinggi ditemukan pada padi sawah ber-shelter kacang panjang (331 ekor ), selanjutnya berturut-turut adalah jagung dan kedelai (300 ekor), rumput berbunga (293 ekor), pisang dan talas (285 ekor ), dan populasi predator terendah pada sawah tanpa tanaman shelter ((245 ekor). Dapat disimpulkan, penanaman tanaman shelter di pematang sawah berperan dalam konservasi predator untuk pengendalian hayati hama pada pertanaman padi, dengan tanaman anjuran sebagai shelter kacang panjang dan kedelai.

Penanggung Jawab:

Tamrin Abdullah1), Abdul Fattah2), Ramlan2), Nurariaty Agus1), Nur Ilmi3)

  1. Universitas Hasanuddin
  2. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
  3. Universitas Islam Muhammadyah Pare-Pare
Download: DESAIN KONSERVASI PREDATOR DAN PARASITOID UNTUK PENGENDALIAN HAMA PADA PERTANAMAN PADI: DESAIN-KONSERVASI-PREDATOR.pdf (250,3 KB)