Kerjasama » KKP3N

Jenis Kerjasama:KKP3N
Tahun:2013
Judul:PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI MELALUI PENGELOLAAN KESEHATAN TANAMAN SECARA TERPADU
Ringkasan:

Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan kedelai terus meningkat, namun peningkatan kebutuhan tersebut belum diikuti oleh ketersediaan pasokan yang mencukupi. Penelitian untuk mengetahui pengaruh varietas dan pola pengelolaan kesehatan tanaman terhadap tingkat serangan hama dan penyakit, struktur komunitas serangga, dan produksi kedelai dilakukan dengan menggunakan rancangan Split-Plot RAK. Petak utama adalah varietas yaitu Anjasmoro dan Wilis, dan anak petak pengelolaan kesehatan tanaman terdiri dari, Pengelolaan Kesehatan Tanaman Terpadu (PKTT), Pengendalian Non-Kimiawi (PN-K), Pengendalian Kimiawi (P-K) dan kontrol. Ukuran plot 2 x5 m diulang tiga kali. Parameter pengamatan terdiri dari intensitas serangan hama dan penyakit, kelimpahan dan keanekaragaman serangga. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara varietas dan pengelolaan kesehatan tanaman. Varietas Wilis mendapat serangan organisme penggangu tumbuhan (OPT) lebih rendah dan produksi lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Anjasmoro. Hal ini berbeda dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya, perbedaan tersebut mungkin disebabkan oleh faktor iklim dimana curah hujan yang tinggi mempengaruhi hasil produksi dan tingkat serangan OPT. Dibandingkan dengan perlakuan yang lain, kelimpahan populasi serangga yang paling banyak adalah pada kontrol, dimana tidak dilakukan pengendalian serangga..lain itu penambahan bahan organik juga sangat diperlukan agar keberadaan mikroflora/mikrofauna dalam tanah dapat lebih berkembang. Pola pengelolaan kesehatan tanaman dengan menggunakan bahan kimia (perlakuan P-K) memberikan R/C rasio tertinggi, namun demikian perlakuan ini mengurangi keanekargaman serangga dalam ekosistem pertanaman kedelai baik pada varitas Wilis maupun Anjasmoro, sehingga keankearagaman serangga pada plot P-K paling rendah. Nilai rasio R/C petak dengan pengelolaan kesehatan tanaman tanpa pestisida (PKTT dan PN-K) lebih rendah daripada perlakuan dengan kimiawi, namun lebih tinggi dibandingkan kontrol. Selain itu pengelolaan tanpa pestisida sintetis (kimiawi) merupakan cara yang ramah lingkungan serta mendukung kelestarian musuh alami pada ekosistem pertanaman kedelai.

Penanggung Jawab:

Purnama Hidayat1), Marwoto2), Bambang Tri Rahardjo3)

  1. Institut Pertanian Bogor
  2. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
  3. Universitas Brawijaya
Download: PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI MELALUI PENGELOLAAN KESEHATAN TANAMAN SECARA TERPADU: PENINGKATAN-PRODUKSI-KEDEL.pdf (262,4 KB)