SDM Profesional » Prof. (Riset). Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS

Prof. (Riset). Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS
Nama:Prof. (Riset). Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS
Unit Kerja:Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Pendidikan:S3
Jab. Fungsional:Profesor Riset
Bidang Penelitian:Teknologi Pascapanen
E-mail:dsdjati@indo.net.id
KomoditasPadi

Profil

Prof. (Riset). Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS adalah Peneliti Utama di bidang Teknologi Pascapanen, pada kelompok peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Sebagai peneliti, Djoko Said telah menghasilkan lebih dari 150 karya tulis ilmiah (KTI) yang ditulis sendiri atau bersama peneliti lain, yang dipublikasikan dalam jurnal, prosiding atau buku, baik yang bertaraf internasional maupun nasional.

Dari berbagai penelitian yang telah dihasilkan, antara lain penanganan susut pasca panen padi, penetapan umur panen padi optimum, penetapan hubungan karakteristik fisikokimia beras dengan mutu tanak nasi, model pengembangan agroindustri tepung kasava, model agribisnis kacang gude, model pengering padi tenaga surya dan sebagainya. Beberapa hasil penelitian ini ditindak lanjuti oleh instansi terkait untuk implementasi dan pengembangan lebih lanjut.

Dalam kegiatan pengembangan kelembagaan baru, Djoko Said berperan penting dalam pembentukan beberapa lembaga baru di Indonesia, yaitu: (1) lembaga penelitian bidang pasca panen Pertanian melalui kegiatan selaku ketua koordinator program penelitian pasca panen Pertanian (1984 – 1992); (2) lembaga penelitian dalam bidang bioteknologi, melalui pelaksana sebagai Kepala Balittan Bogor yang ditugaskan untuk membentuk dan memimpin Balitbio melalui serangkaian penataan kelembagaan yang rumit (1994 – 1999); (3) lembaga pengelola kekayaan intelektual dan alih teknologi, melalui peran selaku pendiri dan direktur pertama KP KIAT (1998-2001) dan (4) pembentukan Dewan-dewan komoditas yang mengacu UU 16 th. 2004 tentang perkebunan, selaku Dirjen PPHP, hingga terbentuknya Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo), Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) (2005 – 2008).

Dalam bidang regulasi, Djoko Said berperan aktif dalam: (1) penyusunan Undang-Undang Perlindungan Varietas, yang telah di undangkan pada tahun 2004; (2) Undang-undang Pangan yang diundangkan tahun 2003; (3) sebagai ketua tim pelepas varietas Kementerian Pertanian (2001-2003) dan (4) rancangan peraturan dan pedoman penanganan keamanan pangan dan keamanan hayati produk rekayasa genetik (1997 – 2001). Dalam usaha peningkatan inovasi penelitian dan alih teknologi, melalu KP KIAT, dia memulai dan berperan akitif dalam promosi HAKI dan alih teknologi di lingkup Badan Litbang dan nasional (1997 – 2001).

Djoko Said menyelesaikan Strata 1 dengan memperoleh Gelar sarjana dari Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian IPB (Ir., 1972), dan gelar magister sains diperoleh dari Sekolah Pascasarjana IPB (MS, 1978). Dalam menempuh pendidikan S3, dia mengikuti program sandwich kerjasama IPB, Universtas Filipina di Los Banos (UPLB) dan Lembaga Peneltian Padi Internasional (IRRI), dengan melaksanakan kuliah dan penelitian di UPLB dan IRRI selama 1 tahun. Gelar Doktor diperoleh dari Sekolah Pascasarjana IPB (S3, 1983) dengan predikat Cum-Laude.

Selama bekerja, Djoko Said telah mengikuti berbagai pelatihan di dalam maupun di luar negeri, antara lain sebagai “Post masternal research fellow” di di Departemen Kimia, IRRI, Filipina (1979 – 1980), Post doctoral research Fellow, di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, University of California, Davis, USA (1985 – 1986), mengikuti pelatihan managemen kekayaan intelektual di Bangkok (1997), pelatihan HAKI dan Transfer Teknologi di MSU, East Lansing MA, USA. (1998), Pelatihan HAKI dalam Bioteknologi di Cambera, Australia (1999), dan pendidikan diklat pimpinan untuk pejabat eselon III dan II.

Selain sebagai peneliti, yang besangkutan juga pernah menduduki jabatan struktural, yaitu: Kepala Balai Penelitian Tanaman Pangan, Bogor (1993 – 1995), Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan (1995 – 1999); Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (1999 – 2000); Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1999 – 2001), Sekretaris Badan Litbang Pertanian (2001 – 2004), Kepala Puslitbang Tanaman Pangan (2004 – 2005), Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (2005 – 2008) dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Negara-negara produsen karet alam (ANRPC) selama 3 tahun (2008 – 2011).

Dalam kegiatan simposium, seminar, konferensi, workshop, maupun pertemuan di tingkat internasional, baik sebagai pembicara undangan, pemakalah, ataupun peserta, dia telah sering mengikuti antara lain di Amerika, Australia, Inggris, Belgia, Belanda, Mesir, Columbia, Meksiko, Brazilia, Jepang, Korea, PR-China, Filipina, India, Thailand, Laos, Brunei dan Malaysia. Di tingkat nasional, Djoko Said sering diundang sebagai pemakalah undangan, nara sumber atau pembicara dalam berbagai seminar, workshop, atau forum ilmiah lainnya. Ia juga aktif bekerjasama dengan berbagai Kementerian, LPND atau swasta, seperti: Ristek, LH, Bulog, Perdagangan, Perindustrian, LIPI, Kadin, lembaga kemasyarakatan dan asosiasi komoditi. Kerjasama dengan perguruan tinggi sebagai pengajar tidak tetap, pembimbing S2 dan S-3, penguji S-3, dan kegiatan penelitian telah dilakukan dengan IPB, UGM, Undip, Unsoed, UNS, Unibraw, serta beberapa perguruan tinggi swasta di Jakarta dan Jawa Timur.

Djoko Said mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama (1992). Orasi Ilmiah disampaikan didepan Dewan APU untuk pengukuhan sebagai APU pada tahun 1995. Gelar Profesor Riset di peroleh pada tahun 2006, dan dia merupakan Profesor Riset ke-4 di Badan Litbang Pertanian dan ke-16 di tingkat Nasional. Dia menekuni dan mendalami khusus di bidang kimia, fisikokimia dan karekteristik beras selama 20 tahun, yang kemudian melebar pada aspek pasca panen di komoditi tanaman pangan lainnya.

Djoko Said pernah mendapatkan penghargaan atas prestasi dan sumbangsihnya dalam bidang penelitian bagi pembangunan Pertanian, yaitu: 1) Poorwo Soedarmo Award, 1989 dari Pergizi Pangan; 2) “Ten Top Ranking of Post Doctoral Research Fellows, 1986, dari University of California, Davis, USA; 3) Satya Lencana Pembangunan, 1998, dari Presiden RI; 4) Distinguished Alumni Golden Award, 2007, dari Himpunan Alumni Fateta IPB dan 5) Satya Lencana Karya Satya 30 tahun, 2005, dari Presiden Republik Indonesia.

Djoko Said Damardjati saat ini sudah menjalani masa Purnabakti (Pensiun) pada 1 Juni 2013.