SDM Profesional » Dra. Jumjunidang, M.Si.

Dra. Jumjunidang, M.Si.
Nama:Dra. Jumjunidang, M.Si.
Unit Kerja:Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Pendidikan:S2
Jab. Fungsional:Peneliti Madya
Bidang Penelitian:Hama dan Penyakit Tanaman
E-mail:rif@padang.wasantara.net.id, balitbu@litbang.deptan.go.id
KomoditasPisang

Profil

Dra. Jumjunidang M.Si mendapatkan gelar Sarjana Pertanian jurusan Biologi pada tahun 1989 dari Universitas Andalas Padang. Pendidikan S2 jurusan ditempuh di Institut Pertanian Bogor dan selesai tahun 2001 dengan gelar Magister Sains (M.Si).

Pelatihan / Training baik dalam dan luar negeri yang pernah diikuti antara lain :

  1. Latihan Metodologi Penelitian dan Pengelolaan Tanaman Hortikultura Latihan Metodologi Penelitian dan Pengelolaan Tanaman Hortikultura, Solok, 1991
  2. Pendidikan dan Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu mendukung pengendalian Tanaman Terpadu Angkatan I, Cinagara-Bogor, 2001
  3. International Training Course on Indexing Techniques of Banana Virus dan Health Management of Virus-free Repository. Taipei-Taiwan, 2002
  4. Regional Training-Workshop on Enhancing Nematode Management of Musa. Los Banos FILIPINA, 2003
  5. PCR Diagnostics of Blood Disease Bacterium (BDB) and Fusarium VCG Analysis. Brisbane AUSTRALIA, 2005
  6. Training on banana soil health indicators and surey methodoloogy. Solok, 2006
  7. Training for identification on Fusarium oxysporum f.sp.cubense (TR 4) bay molecular technique. Solok, 2008
  8. International Training Course on Indexing Techniques of Banana Virus dan Health Management of Virus-free Repository, Taiwan
  9. Regional Training-Workshop on Enhancing Nematode Management of Musa, Filipina
  10. Training for PCR Diagnostics of Blood Disease Bacterium (BDB) and Fusarium VCG Analysis, Australia.

Publikasi karya ilmiah dan hasil penelitian baik sebagai penulis tunggal maupun co-author yang dtelah iterbitkan dalam jurnal ilmiah, semi ilmiah, prosiding antara lain :

  1. Pengaruh pembungkusan terhadap penampakan kulit buah pisang varietas ambon, barangan dan raja serai. Jurnal Penel. Hortikultura 4(4) : 42-53, 1991
  2. Virulensi dan patogenisitas penyakit bercak coklat pada tanaman pisang. Jurnal Penel. Hortikultura 4(2), 1991
  3. Identifikasi dan distribusi populasi nematoda parasit akar pada tanaman pisang di Sumatera Barat. Jurnal Penel. Hortikultura 5(1): 72-82, 1992
  4. Status beberapa penyakit yang menyerang buah rambuatan. Jurnal Penel. Hortikultura 7(2): 37-74, 1995
  5. Distribusi geografis nematoda parasit akar pisang dan hubungan nya dengan hama penggerek bonggol Cosmopolites sordidus. Germ. Di Sumatera Barat. Jurnal Penel. Hortikultura 8(2): 1095-1101, 1998
  6. Distribusi penggerek bonggol pisang (Cosmopolites sordidus) pada berbagai ketinggian lokasi di Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional PEI, 1997
  7. Tingkat serangan penyakit Embun Tepung pada buah rambutan. Prosiding Prosiding Kongres XIV dan Seminar Nasional PFI, Vol I:223 –229, 1999
  8. Teknik kultur Double-layer untuk seleksi in-vitro pisang tahan Fusarium oxysporum cubense. Jurnal Hortikultura 9(2) : 93-98, 1999
  9. Respon beberapa plasma nutfah pisang terhadap nematoda parasit akar Radopholus similis Cobb. Jurnal Hortikultura Vol.12(3):172-177. 2002
  10. Vegetative Compatibility dan Distribusi Fusarium oxysporum f. sp. cubense di beberapa lokasi di Sumatera Barat. Prosiding Seminar Sehari PFI, Komda Sumbar, Riau dan Jambi. Hal.163-170. 2000
  11. Kultivar pisang komersial yang diserang oleh Fusarium oxysporum f. sp. cubense ras 4 di Sumatera dan Jawa Barat. Prosiding Kongres Nasional XVII dan Seminar Ilmiah PFI. 2003
  12. Penyakit layu Panama pada pisang: Observasi ras 4 Fusarium oxysporum f. sp. cubense di Jawa Barat. Jurnal Hortikultura 13 (4): 269-275. 2003
  13. Karakterisasi ras 4 Fusarium oxysporum f. sp. cubense dengan metode Vegetative compatibility Groups Test dan identifikasi kultivar pisang yang terserang. Jurnal Hortikultura 13 (4): 276-284. 2003
  14. Status and future R&D of nematodes in banana in Indonesia. Procceding Country report pada training workshop on nematode management in small-scale banana cropping systems. Hal. 43-46. 2005
  15. Pengaruh beberapa jenis carrier terhadap daya multiplikasi dan infeksi cendawan mikoriza arbuskular yang dikemas dalam kapsul. Jurnal Hortikultura, 14(1): 49-54. 2004
  16. Deteksi dan pemetaan distribusi Fusarium oxysporum f. sp. cubense pada daerah potensial pengembangan agribisnis pisang di Indonesia. Jurnal Hortikultura. 15(1): 50-57. 2005
  17. Teknik pengujian in vitro ketahanan pisang terhadap penyakit layu fusarium menggunakan filtrate toksin dari kultur Fusarium oxysporum f. sp. cubense. Jurnal Hortikultura 15(2): 135-139. 2005
  18. Pengaruh inokulasi cendawan mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan bibit jeruk varietas japanche citroen. Jurnal Hortikultura 15(3): 171-176. 2005
  19. Distribusi penyakit layu fusarium dan layu bakteri Ralstonia pada lokasi sumber bibit dan sekolah lapang pengendalian hama terpadu pisang di Sumatera Barat. Jurnal Hortikultura 15(3): 215-222. 2005
  20. Efektifitas kapsul cendawan mikoriza arbuskula (CMA) sebagai pupuk biologis terhadap pertumbuhan bibit manggis. Jurnal Stigma XIII (4): 512 – 515. 2005
  21. Teknik produksi masal cendawan mikoriza arbuskula (CMA) sebagai pupuk biologis bibit manggis. Jurnal Stigma XIII (4): 516 – 519. 2005
  22. Variasi genetik isolat-isolat Fusarium oxysporum f. sp. cubense berdasarkan analisis volatile odour test dan RAPD-PCR. Jurnal Hort. 16(3): 236-244. 2006
  23. Getah kuning kendala utama ekspor manggis. Iptek Hortikultura No.3: 1 – 6. 2007
  24. Pengaruh populasi awal nematoda Radopholus similis dalam memicu serangan Fusarium oxysporum f. sp. cubense ras 4 pada pisang Ambon hijau. AGRIVITA. Jurnal Ilmu Pertanian Vol.31(1):48-56. 2009
  25. Efikasi Cendawan Mikoriza Arbuskula Indigenous pisang terhadap nematoda Radopholus similis pada pisang Ambon hijau. Jurnal Hortikultura. Vol.19(2): 2009186-191.
  26. Vegetative compatibility group test of Fusarium oxysporum f. sp. cubense isolates and identification of infected banana varieties in banana development area in Lampung province. Proceeding of the International seminar on Horticulture to support food security Bandar lampung Indonesia. 2010
  27. Response of Four wild relatives of banana and barangan to Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16. Proceeding of the International seminar on Horticulture to support food security Bandar lampung Indonesia. 2010
  28. Pemanfaatan candawan Fusarium oxysporum endofit indigenus pisang sebagai agensia hayati dalam pengendalian penyakit layu fusarium pada pisang. Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara Solok. 2010
  29. Respon ketahanan pisang varietas Ketan 01 dan barangan di lahan endemis Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16. Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara Solok. 2010
  30. Review : Hasil-hasil penelitian tentang getah kuning (gamboge disorder) pada buah manggis di Balitbu Tropika. Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara Solok. 2010
  31. Virulensi isolat Fusarium oxysporum f. sp. cubense VCG 01213/16 pada pisang barangan dari varietas pisang dan lokasi yang berbeda. Jurnal Hortikultura. Vol.21(2): 145-151. 2011
  32. Uji pendahuluan ketahanan benih pisang hasil silangan Balitbu Tropika terhadap beberapa VCG Fusarium oxysporum f.sp. cubense. Prosiding Semirata Bidang Ilmu-ilmu Pertanian BKS-PTN Wilayah Barat. 2011
  33. Evaluasi pertumbuhan dan hasil beberapa kandidat varietas nenas rendah oksalat dan manis tanpa duri. Jurnal Hortikultura. Vol.21(4): 315-321. 2011
  34. Pemanfaatan tumbuhan penghasil minyak atsiri untuk pengendalian Fusarium oxysporum f. sp. cubense penyebab penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang. Jurnal Hortikultura. Vol.21(4): 331-337. 2011
  35. Identification and distribution of Fusarum oxsporum f. sp. cubense isolates through analysis of Vegetative Compatibility Groups in Lampung Province. ARPN Journal of Agricultural and Biology Science Vol 7 No 4:279-284. 2012
  36. Confirm the status of VCG Fusarium oxysporum f. sp. cubense in West Sumatera Indonesia. ARPN Journal of Agricultural and Biology Science Vol 7 No 4:244-249. 2012
  37. Hubungan antara tingkat konsentrasi inokulum Fusarium oxysporum f. sp. cubense VCG 01213/16 dengan perkembangan penyakit lyu pada kultivar pisang rentan. Jurnal Hortikultura. Vol.22(2): 156-164. 2012
  38. Penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang di Provinsi NAD: Sebaran dan identifikasi isolat berdasarkan analisis vegetative compatibility group. Jurnal Hortikultura. Vol.22(2): 165-172. 2012