Statistik Badan Litbang Pertanian : Tahun 2014

 
  • ORGANISASI BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Berdasarkan visi dan misi pembangunan pertanian, tujuan pembangunan IPTEK dan dinamika lingkungan strategis domestik dan global, serta kebutuhan masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menetapkan visi dan misi, yaitu :

VISI

“Pada tahun 2014 menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian berkelas dunia yang menghasilkan dan mengembangkan inovasi teknologi pertanian untuk mewujudkan pertanian industrial unggul berkelanjutan berbasis sumber daya lokal”

MISI

  • Menghasilkan, mengembangkan dan mendiseminasikan inovasi teknologi, sistem dan model serta rekomendasi kebijakan di bidang pertanian yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumber daya lokal guna mendukung terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya penelitian dan pengembangan pertanian serta efisiensi dan efektivitas pemanfaatannya.
  • Mengembangkan jejaring kerja sama nasional dan internasional (networking) dalam rangka penguasaan Iptek (scientific recognition) dan peningkatan peran Balitbangtan dalam pembangunan pertanian (impact recognition).

Download pdf file (2.028 KB)

  • SUMBERDAYA MANUSIA BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Balitbangtan saat ini didukung oleh sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah relatif besar yaitu 7.454 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.844 orang (38,15%) adalah tenaga fungsional tertentu yang terdiri dari Peneliti, Pustakawan, Perekayasa, Pranata Komputer, Arsiparis, Teknisi Litkayasa, Statistisi, Penyuluh, Analis Kepegawaian, Perencana, Pranata Komputer, Arsiparis dan Pranata Humas dan Fungsional Tertentu lainnya (Gambar 2).
Berdasarkan tingkat pendidikan, komposisi pegawai Balitbangtan berpendidikan <S1 = 3.935 orang (52,79%), S1 = 1.928 orang (25,87%), S2 = 1.118 orang (15 %) dan S3 = 473 orang (6,34%). Perkembangan pegawai menurut tingkat pendidikan selama lima tahun terakhir disajikan pada Tabel 2.1 dan Gambar 3. Program pengembangan SDM melalui program pendidikan jangka panjang terus dilakukan, sehingga diharapkan jumlah pegawai berpendidikan S2 dan S3 yang merupakan penggerak penelitian akan meningkat dan mendekati jumlah ideal kebutuhan dalam suatu lembaga penelitian dan pengembangan..

  • ANGGARAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2013 tentang RABPP TA. 2014, Balitbangtan tahun anggaran 2014 mengelola anggaran sebesar Rp. 1,60 Triliun. Namun demikian dalam pelaksanaan anggaran TA. 2014, Pemerintah mengambil kebijakan penghematan alokasi anggaran pada Kementerian/Lembaga sebesar Rp 100 Triliun melalui Inpres No. 4 Tahun 2014. Kebijakan tersebut mengakibatkan Badan Litbang Pertanian dihemat sebesar Rp 73,24 Miliar sehingga total anggaran menjadi sebesar Rp. 1,53 Trilyun. Selain itu, pada tahun 2014 terdapat luncuran anggaran SMARTD sebesar Rp 29,89 Miliar, penambahan pagu PNBP sebesar Rp 2,31 Miliar dan hibah langsung Luar Negeri sebesar Rp 21,18 Miliar sehingga total anggaran Balitbangtan TA. 2014 sebesar Rp 1,58 Triliun. Anggaran tersebut terdiri atas Rupiah Murni Rp. 1.301,20 Miliar (termasuk PNBP Rp. 12,84 Miliar dan Rupiah Murni Pendamping (RMP) Rp 28,05 Miliar), Hibah Luar Negeri yang harus dicatatkan ke dalam DIPA Rp. 21,18 Miliar dan Loan SMARTD (8188-ID) Rp. 259,21 Miliar. Anggaran Badan Litbang Pertanian TA. 2014 merupakan 11,6% dari total pagu anggaran Kementerian Pertanian (Rp. 13,64 Triliun).
Jika dibandingkan dengan tahun 2013, anggaran 2014 mengalami penurunan sebesar Rp. 165,11 Miliar atau 9,45%.

Download pdf file(3.887 KB)
  • SARANA DAN PRASARANA BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Dalam mendukung tugas dan fungsi Balitbangtan sebagai lembaga penelitian, sarana dan prasarana merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting untuk menunjang kegiatan penelitian. Keberhasilan dan mutu penelitian yang dihasilkan harus ditunjang dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang berstandar peralatan, SDM serta sistem pengendalian mutu yang memenuhi persyaratan standar baku nasional dan internasional yaitu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI ISO/IEC 19-17025:2005 atau ISO/IEC 19-17025:2008) yang merupakan adopsi dari ISO/IEC 17025: 1999 dan SNI 9001: 2001 yang merupakan adopsi dari ISO 9001:2001. Penelitian dan pengkajian yang dihasilkan dari 66 Satker yang ada di Balitbangtan banyak dihasilkan dari laboratorium yang telah memenuhi standar SNI ISO/IEC 19-17025:2005 atau ISO/IEC 19-17025:2008, Balitbangtan memiliki 169 laboratorium yang tersebar pada satker yang berlokasi diseluruh provinsi. Jenis dan kemampuan laboratorium di masing-masing satker beragam, dan oleh karenanya kemampuan dan kapasitas selalu diupayakan meningkat secara bertahap.

Download pdf file(2.126 KB)

  • KEGIATAN PENELITIAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian pada TA. 2014 merefleksikan kegiatan tahunan yang berkesinambungan dengan mengacu kepada RPJMN yang dituangkan ke dalam Renstra Balitbangtan untuk program dan kegiatan 2010-2014.
Balitbangtan mempunyai peran strategis dalam pembangunan pertanian nasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya inovasi teknologi yang terbarukan, penciptaaan varietas unggul baru dan produk lainnya di bidang pertanian yang mempunyai kontribusi signifikan pada pembangunan nasional.
Kegiatan penelitian dan pengembangan di Balitbangtan merupakan rangkaian kegiatan terstruktur yang mengacu kepada alur penyiapan inovasi teknologi pertanian sesuai Permentan Nomor 03/Kpts/OT 060/1/2005 tentang Pedoman Penyiapan dan Penerapan Teknologi Pertanian. Sesuai Permentan tersebut, penciptaan inovasi teknologi dilakukan melalui serangkaian tahapan kegiatan yang dilaksanakan di UK/UPT. Balitbangtan sangat berperan dalam mendukung pencapaian empat target sukses Kementan terutama untuk swasembada dan swasembada berkelanjutan lima komoditas strategis litbang melalui penciptaan varietas baru.

Download pdf file(2.086 KB)
  • KERJA SAMA PENELITIAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Mandat Balitbangtan dalam era pembangunan yang makin kompetitif adalah penciptaan teknologi pertanian terapan (applied technologies), teknologi pertanian yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi (advanced technologies), dan juga inovasi lainnya. Di samping itu, Balitbangtan juga mewujudkan perannya dalam pembangunan pertanian (impact recognition) dan nilai ilmiah tinggi (scientific recognition) untuk pencapaian
status sebagai lembaga penelitian berkelas dunia (a world class research institution). Eksistensi Balitbangtan, tentunya tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis baik internal maupun eksternal, yang harus dijawab dengan meningkatkan prioritas dan kualitas hasil litbang dengan berorientasi pasar baik domestik maupun internasional dan berdaya saing tinggi. Guna menjawab kesemuanya itu, ke depan Badan Litbang Pertanian perlu meningkatkan kerja sama/networking baik dengan pemerintah daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan pelaku usaha nasional maupun internasional (Renstra Balitbangtan 2010 - 2014).

Download pdf file (1.750 KB)

  • HASIL PENELITIAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2014

Balitbangtan telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi untuk mendukung sistem usaha pertanian yang efisien, dengan memanfaatkan sumber daya pertanian secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dinamika lingkungan strategis domestik dan global sektor pertanian memotivasi Balitbangtan untuk meningkatkan hasil-hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan pertanian. Balitbangtan setiap tahunnya dapat menghasilkan varietas unggul, galur benih/bibit, teknologi,
rekomendasi kebijakan, publikasi atau Karya Tulis Ilmiah (KTI). Capaian kinerja Balitbangtan selama kurun waktu 2010-2013 telah melampaui target yang telah ditetapkan. Bahkan target renstra yang dicanangkan dalam periode 2010-2014 untuk beberapa output dapat terealisasi pada tahun 2013. Capaian Balitbangtan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa output yaitu varietas/galur unggul baru, teknologi budidaya, panen, pascapanen, sumberdaya lahan dan penyediaan benih. Secara detail capaian Balitbangtan dapat dilihat pada tabel 7.13 sampai dengan tabel 7.21.

Download pdf file(2.449 KB)